Pulang Lah

1947 Words

Setiap malam Viola akan duduk sendirian. Di taman yang ada di belakang rumah makan Padang tersebut. Tepatnya, di samping gudang yang kini dijadikannya rumah. Di sana ia merenungi nasib buruk yang menimpa dirinya. Mulai dari ditinggalkan oleh kedua orangtuanya, berhenti kuliah, hingga berpisah dengan Alex. Wajah pias Alex masih teringat jelas oleh Viola. Sungguh sangat berbeda dari Alex yang dulu ia kenal. Hampir tiga bulan berpisah, pria itu kini terlihat buruk dan menderita. "Apa salahnya kamu melupakan aku, Bi? Kamu layak bahagia. Kamu pria yang begitu sempurna. Untuk apa kamu memikirkan aku?" Viola mengusap wajahnya dengan kasar. Tiga bulan berpisah dengan Alex, bukannya ikhlas tapi hatinya malah semakin berat untuk berpisah. Ingin rasanya Viola pulang dan memeluk suaminya itu. P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD