Miller baru turun dari mobilnya dan sebuah tepukan dibahu menyambutnya. Saat dia menoleh, keningnya bertaut bingung dan terlihat jelas dia benar-benar nggak suka melihat orang itu. Cowok yang waktu itu membentaknya dihari terakhir Ospek. “Hai, Big G?” sapa orang itu sambil tersenyum. “Hem…” Miller membalas dengan deheman lalu pergi begitu saja. “Gaerin!” cowok itu mengejar dan lagi dia menepuk pundak Miller. “Kenapa?” tanya Miller tanpa menoleh, sementara itu kakinya terus berjalan melewati koridor kampus. “Bentar dong, ada yang mau gue omongin!” jawab cowok itu mengekori kemanapun Miller melangkah. “Ngomong aja,” “Nggak bisa disini! Ini penting banget, tentang kece_” “Gaerin!” Dimo memisahkan jarak antara cowok itu dan Miller dengan berjalan ditengah-tengah mereka. Miller me

