17. Pengakuan Nelo

1332 Words

Malam penuh bintang. Terang bulan menyinari tiga balkon yang berderet tiga. Nelo menunggu diam di balkonnya sambil memeluk gitar putihnya. Nggak berapa lama, orang yang ditunggunya keluar dengan kaos merah hati tipis. Rambut sebahunya disanggul dan menyisakan rambut-rambut halus di dahinya. Saat melihat Nelo, kedua lesung pipinya muncul, dia tersenyum manis dan mendekati Nelo. “Mau ngomong apa?” Tanyanya sambil menopang dagu. Nelo mengusap-usap tengkuknya nervous. Hal tersulit. Nelo membasahi bibir bawahnya. Dia berdiri tegak sambil tersenyum kikuk. “Something secret…” jawabnya dengan lutut gemetaran. “Yang selama ini gue simpan rapi…disini” tambah Nelo, membuat garis kerutan di dahi Maugy. “Ngomong apa sih Nelo?” Tanya Maugy dengan satu alis terangkat. Nelo berbalik, menarik n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD