47. Orang Misterius

967 Words
Malam ini perasaanku sangat tidak tenang, aku masih menunggu kedatangan Gar yang tak kunjung tiba. Biasanya dia datang jam tujuh atau delapan malam, tapi sekarang sudah hampir jam sembilan tetapi Gar tidak muncul juga. Aku juga sudah meneleponnya beberapa kali tetapi tidak ada jawaban. Entah kejebak macet, atau singgah ke tempat lain, atau bahkan sudah di dekat sini, aku juga tidak tahu yang pasti aku akan menunggunya sampai datang. Sambil memainkan ponsel, aku berusaha untuk tetap tenang walau jujur sangat sulit rasanya. Segala pikiran buruk terus saja melintas di kepalaku, aku bahkan sudah berusaha menghilangkannya namun tetap saja tidak bisa. Hingga tiba-tiba ponselku berbunyi, dan menampilkan nama Gar di layarnya. Tanpa berlama-lama aku langsung menjawab panggilan itu. "Hallo, Gar, kamu sudah di mana? Jadi, kan, kesini?" tanyaku langsung. "Maaf, ya, Rhe, sepertinya saya tidak jadi ke rumah kamu karena ban motor saya bocor. Tadinya saya sudah bersiap-siap dan langsung pergi saja, tapi tiba-tiba bannya malah bocor, saya pikir kalau tadi di tambal sebentar bakalan sempat, ternyata enggak karena bengkel dekat sini pada tutup, mau tambal sendiri saya tidak punya alat-alatnya. Maaf, ya, Rhe," jelas Gar dari sebrang telepon. "Oalah, begitu ya, Gar." "Iya, Rhe. Saya benar-benar minta maaf ya, Rhe." "Iya, Gar, tidak apa-apa. Jadi ini kamu di rumah?" "Iya, Rhe." "Um, oke ... Ohiya, Gar ..." "Iya, Rhe, ada apa?" "Tadi siang kamu janji mau jelasin, kan, tapi kamu malah nggak bisa datang. Gimana kalau jelasinnya dari telepon saja." "Besok aja saya jelasinnya, ya." "Kenapa nggak sekarang aja, Gar." "Saya tidak suka kalau jelasin dari telepon gini. Kamu tenang aja, ya, besok pasti saya jelasin, kok." "Um, iya, deh." "Yasudah sekarang kamu istirahat, ya. Besok kan harus sekolah." "Iya, Gar." "Kirim salam sama ayah." "Oke." dan setelahnya panggilan terputus. Sebenarnya aku senang ternyata Gar baik-baik saja, tapi aku juga agak kecewa karena Gar tidak jadi datang padahal aku sangat ingin mendengar penjelasannya tetapi ternyata malah diundur lagi. Yaudahlah mending aku tidur saja, toh besok akan bertemu dengan Gar. Ku harap besok tidak ada halangan lagi yang datang. Sewaktu aku ingin masuk ke rumah tiba-tiba aku melihat seperti apa orang di balik pohon yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumahku, orang itu seperti sedang mengintip ke arahku. Dengan pelan aku mencoba untuk mendekat ke pohon itu, memastikan bahwa benar ada orang disana atau hanya perasaanku saja. Aku berjalan dengan langkah lambat, namun baru saja beberapa langkah tiba-tiba orang tersebut berlari dengan kecepatan yang lumayan tinggi, aku bahkan tidak bisa mengejarnya. "WOI, SIAPA LO!" "BERHENTI!" aku masih berusaha untuk mengejar dan berteriak beberapa kali, namun orang tersebut terus berlari. Merasa tidak sanggup lagi mengejarnya, akhirnya aku memutuskan untuk berhenti saja. Lagi pula aku juga takut bahwa itu adalah orang jahat yang justru menjebak ku agar terus mengejarnya, sementara di tempat lain teman-temannya sudah menunggu. Akhirnya aku memilih untuk kembali ke rumah, tetapi jujur aku masih penasaran siapa orang tersebut. Dari postur tubuhnya sepertinya orang itu laki-laki, ia menggunakan Hoodie hitam yang menutupi seluruh kepalanya, selama berlari ia hanya menunduk, benar-benar misterius. Tapi apa tujuannya mengintip ku seperti ini? Siapa dia? Apa dia punya niat jahat padaku? Sungguh ini sangat membingungkan sekaligus menakutkan. Setelah sampai rumah aku ingin menceritakan kepada ayah, tetapi ternyata ayah sudah tidur. Ah, mungkin besok saja aku ceritakan pada ayah dan juga Gar, malam ini aku harus istirahat dulu karena besok harus kembali sekolah, walaupun aku tahu pasti malam ini aku tidak akan bisa tidur nyenyak karena memikirkan siapa orang misterius itu. *** "Selama pagi, Rhe ..." sapa Gar di depan pintu. "Ih, Gar, buat kaget saja," jawabku yang memang beneran kaget, karena Gar muncul begitu saja sewaktu aku membuka pintu. "Loh, loh, muka kamu kenapa lemes gitu? Kantung mata kamu juga hitam gitu, kamu semalaman tidak tidur?" "Tidur, kok, Gar." "Tapi kenapa kayak kurang tidur gitu?" "Nah, itu yang mau aku ceritakan ke kamu, Gar." "Apa itu, Rhe?" "Nanti saja, deh. Kita berangkat dulu." "Nanti aja berangkatnya, ini masih terlalu pagi." "Loh, biasanya kamu senang kalau kita berangkat pagi." "Beda sama hari ini, sekarang kamu ceritakan ada apa. Jangan membuat saya cemas, Rhe." Aku menghela napas sesaat, lalu duduk di bangku yang ada di sebelah Gar. "Jadi begini Gar, tadi malam sewaktu aku selesai menelepon kamu, kan posisinya aku di sini, duduk di sini karena aku pikir kamu bakalan datang jadi aku tunggu aja. Eh, rupanya kamu nggak jadi datang, nah aku masuk dong. Dan waktu aku mau masuk, aku tuh ngeliat kayak ada orang yang ngintip di balik pohon itu," ucapku sambil menunjuk ke arah pohon mangga tersebut. "Terus?" "Ya karena penasaran aku datangi dong, tapi baru aja beberapa langkah aku jalan orang yang ngintip itu lari ketar ketir. Dan ternyata benar memang ada yang ngintip." "Astaga, Rhe, kenapa kamu nggak bilang ke saya." "Niatnya aku ngasih tau kamu ya hari ini, kalau tadi malam aku kasih taunya kan percuma juga karena orangnya udah pergi." "Iya juga, sih. Kamu lihat mukanya gimana?" "Enggak, Gar, karena orang itu beneran misterius banget. Dia pakai Hoodie hitam, terus seluruh kepalanya di tutupi, jadi ya aku enggak bisa ngeliat mukanya," jelas ku lagi. "Rhe, ini nggak bisa di anggap sepele, loh. Karena bisa aja kan itu pencuri atau orang jahat." "Entahlah Gar, aku juga bingung. Semoga saja itu cuma kurang iseng dan nggak ada niat jahat di keluarga aku." Gar hanya terdiam, tetapi aku tahu bahwa ia sedang memikirkan sesuatu. "Kamu tenang aja, ya, nanti kita bakalan cari tahu siapa orang itu. Sekarang kita berangkat dulu ke sekolah, takutnya nanti malah kejebak macet." "Tapi, Gar, kamu bilang mau jelasin yang kemarin?" "Iya, Rhe, nanti pasti saya jelasin. Sekarang kita berangkat dulu, ya," ucap Gar. "Um, iya, deh." Setelahnya kami langsung berangkat ke sekolah, karena takut jika semakin siang jalanan akan semakin macet dan aku tidak mau jika harus berujung di hukum karena terlambat datang ke sekolah. [][][][]
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD