"Bagaimana ceritanya kamu dikeroyok anak SMP? lagiapula kamu kan bawa mobil, kenapa harus keluar dan sok-sokan jadi pahlawan melerai tawuran sih?" Duta meringis kesakitan, ketika wajahnya yang lebam dan dipenuhi luka memar bertemu dengan kapas yang telah diberi cairan obat anti septik. Dengan hati - hati Sadin mengobati luka Duta. Dan dengan senang hati, Duta mendengarkan omelan penuh perhatian Sadin. "Lihat ini, ya ampun, sebaiknya kita ke dokter saja." Sadin ngeri sendiri melihat bibir Duta sedikit robek dan mengeluarkan darah. "Tidak perlu, Din." Duta menahan Sadin agar tetap berada disampingnya. "Ini tidak parah." "Tidak parah bagaimana, Duta." Sadin setengah mengerang kesal. "Apa cermin ini kurang besar untuk menunjukkan hancurnya wajah kamu sekarang? Pakaian kamu kotor, kamu juga

