Sadin mencoba menghubungi nomor Nadia sekali lagi. Kali ini dijawab oleh mesin operator yang menyatakan nomor itu sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Sadin memutuskan untuk menelponnya besok lagi saja. Sadin membuka pintu pelan - pelan, takut jika menganggu Mika. Dan benar saja, Mika sudah tampak nyenyak ditepuk - tepuk punggungnya oleh Duta. "Cepat sekali." Ujar Duta setengah berbisik. "Nomornya tidak aktif." "Mungkin dia sudah tidur." Duta menguap lebar. "Yaudah, kamu juga tidur sini." Bukannya mengikuti kata Duta, Sadin masih berdiri ditempatnya sambil bergerak - gerak gelisah. Karena tak kunjung mendapati pergerakan Sadin, Duta yang awalnya sudah memejamkan mata pun membuka matanya kembali. "Kamu kenapa?" Sadin berdengung sebentar. "Eung... kamu yakin mau tidur d

