Aku mengerutkan kening, "Apa yang membuatmu gelisah Bang?" "Kamu." "Aku? Memang ada apa denganku?" "Kenapa kamu mengiyakan ajakan Ali, Khadijah?" Abang Umar menurunkan kedua tangannya dan memegang pinggangku. "Dia adalah sahabatku Bang, kami sudah lama tidak bertemu. Jadi, aku mengiyakan ajakannya saat kami tidak sengaja bertemu di supermarket tadi." Abang Amar memandang lurus ke arahku, "Sahabat yang pernah bertunangan denganmu dan berjanji untuk menikahi kamu Khadijah?" "Itu masa lalu Bang. Dia juga sudah pernah menikah bukan? Dan sekarang aku juga sudah memiliki kamu, suamiku." Aku mengelus pipi Abang Umar dengan tanganku. "Pernah menikah? Maksudnya bagaimana? Apa sekarang dia sudah bercerai dan menjadi duda?" Aku mengangguk. "Lalu?" "Lalu apa Bang?" Abang Umar berdeham da

