Bekas dua lengan kokoh yang menompang pinggang masih terasa. Sore ini Citra akan mencari masalah dengan Panji. Dia sibuk membenahi pakaiannya di depan cermin. Menepuk-nepuk pinggang seperti meneliti sesuatu. Rasanya tangannya tidak sebesar tangan Panji. Tidak hangat sama sekali ketika menyentuh pinggangnya. "Kok bisa, ya?" gumam Citra bodoh. Dia seperti kucing yang hendak menyentuh ekornya sendiri. Berputar-putar tidak jelas di depan cermin. Panji masih mandi. Harum shampo yang dia kenakan sampai tercium jelas oleh Citra. Dia segera kekuar kamar sebelum Panji muncul dengan pesona air bercucuran dari rambutnya. Suasana yang paling tidak diinginkan Citra. Dia bisa membeku seketika. Melihat Panji bertelanjang d**a terakhir kali saja rasanya darah berkumpul jadi satu di wajah, apalagi ada

