Farel terus menghabiskan sarapannya dengan tenang. Kedua matanya fokus pada sepiring salad sayur yang ada di hadapannya. Ya memang, sebut saja Farel penggila sayur. Setelah menelan kunyahan sayurnya, Farel meminum sedikit air hangatnya. Seperti merasa sedang diperhatikan, mata Farel terangkat. Ia mendapati bundanya sedang memperhatikannya dengan lekat. Tak ada suara dari bundanya. Bundanya itu hanya menatapnya lekat dalam diam. Farel yang ditatap seperti itu pun, tentu saja balas menatap bundanya. Farel tahu, bundanya itu pasti ingin menanyakan tentang sesuatu. Tapi karena bundanya tak mengucap sepatah kata, makanya Farel juga tak berbicara apa pun. Ia ingin bundanya sendiri yang langsung mengutarakan apa yang ingin bundanya pikirkan. Farel menghela napas panjang lalu menegakkan duduknya

