Farel menghela napas panjang dengan duduk selonjor di bangku panjang. Rasanya melelahkan. Ia melirik semua barang belanjaan Fania yang masih berada di atas troli, di depannya. Farel dan Fania memang seperti pasutri yang pergi untuk belanja kebutuhan satu bulan, karena semua belanjaan Fania memang benar-benar hampir penuh satu troli belanjaan. Awalnya memang Fania tak berniat untuk belanja sebanyak itu. Tapi karena ia mendapat pesan dari mamahnya untuk mengantarnya belanja ke supermarket, makanya Fania pikir alangkah lebih baiknya jika ia memanfaatkan Farel. Mumpung ia sedang dapat tumpangan gratis, dan Fania pun tak perlu lagi pergi ke supermarket setelah ia sampai rumah nanti. Jadi yaa.. Akhirnya Fania membeli semua yang dibutuhkan, termasuk bahan masakan untuk nanti malam. Mata Farel m

