Jalan Jakarta tampak padat merayap sore ini. Mobil sedan putih milik Farel pun ikut berdesak di tengah padatnya jalan. Sesekali senyum samar tercipta di bibirnya saat mengingat kejadian di rumah Fania tadi. Wajah cemberut dan marah Fania sangat lucu dimatanya. Bahkan saat ia pulang pun, Fania benar-benar tidak mau bertemu dengannya. Gadis itu hanya berdiam di kamarnya tanpa Farel tahu sedang melakukan apa. Yang jelas, sejak ia mengobati ujung jari Fania tadi, gadis itu mengurungkan dirinya di dalam kamar. Sehingga saat memasak pun, Farel hanya melakukannya bersama dengan Amira. Tiinn! Tiinn! Lamunan Farel langsung buyar begitu mendengar suara klakson beberapa kendaraan di belakangnya. Saat mata Farel memandang ke depan, ternyata lampu jalan telah berubah dari merah menjadi hijau. farel s

