Ancaman

2770 Words

Pluk! Pluk! Baik Novan maupun Noval sama-sama menjatuhkan choco cips dari wajah mereka masing-masing karena kondisi yang semakin krisis. Fania memejamkan matanya sembari menunggu Farel yang mungkin akan marah besar. "Hai, calon ipar!" sapa Noval dengan menampilkan deretan gigi putihnya pada Farel. Noval langsung ikut menarik satu tangan Novan ke atas untuk menyapa Farel. Mau tidak mau akhirnya Novan ikut nyengir di hadapan Farel yang menatap mereka dengan serius. Sungguh, ia merasa sangat bodoh saat ini karena telah mengikuti kelakuan adik kembarnya, Noval. Sebagai laki-laki yang lebih tua dibandingkan Farel, ia seperti menjatuhkan harga dirinya hanya karena sebuah choco cips yang tadi ia langsung tempelkan dibawah bibirnya karena isyarat Fania. Mata Fania membulat saat mendengar sapa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD