A night with the Gank

1260 Words
"Congg, dimana lo, kita sudah sampe di Inul?" Teriak Gita di telpon. "Ga usah teriak keleuss, gue juga dengar elo ngomong. Sebentar lagi gue sampe, sudah di lampu merah ini". Jawab Quenny via telpon. "Ruang 11 ya cong". Gita berbicara kembali. "Siappp nona Gita, perintah nona akan saya laksanakan". Jawab Quenny disertain cekikikan mereka berdua. "Haii gaess, uda pada pesan makanan belum? Kita ambil berapa jam neh kerokannya?" Tanya Quenny kepada teman - temannya. "Sudah babe, kita ambil 2 jam aja, sudah itu kita cuss ke Hard Rock yak, uda lama kita ga dugem, duduk gemetaran". Celoteh Teo dan yang lainnya hanya senyum - senyum saja. "Ok babe, gue sih ikut aja ape kata elo semua. Kali ini siapa yang traktir?" Tanya Quenny kembali. "Vanni and Lebang". Seru Gita. "Van, cariin gue lagu dangdut sih, gue stress neh ngadepin client gue yang cerewetnya ngalah - ngalahin emak - emak nawar sayur di pasar. Pusing kepala gue". Seru Gita kembali yang meminta tolong mencari lagu karena Vanni yang memegang papan kendali pencari lagu. "Van, gue mau nyanyi lagu Perfect nya Ed Sheran". Kali ini Leon yang berbicara. "WHAT?" Mereka berempat serempak berteriak mendengar Leon yang meminta lagu romantis. "Nape loe semua? Kesambet? sampe pada berteriak.. Santai aja donk coyyy.. Gue masih bisa dengar kalian ngomong apa, kuping gue kagak budeg". Kembali Leon menjawab dengan cueknya. "Tumben lo nyanyi lagu begituan, jatuh cintrong lagi luhh? Siapa lagi korbannya kali ini? Cakep ga? Anak mana?" Cerocos Gita karena dia penasaran dengan tingkah laku Leon yang menurut teman - teman saat ini bukan kelakukan Leon banget. "Ihhhh kepo banget sih lo nek? Want to know aja". Leon menjawab Gita masih dengan cueknya. "Cerita ga lo, kalo ga gue piting neh leher elo". Gita sudah geregetan dengan jawabannya Leon. "Kayak elo bisa aja miting gue?" Masih dengan cueknya Leon membalas Gita. "Congg, kita piting yok si kunyuk satu itu, gue uda gemes ma dia dari tadi". Gita mengajak Quenny untuk memiting Leon karena sampai saat itu juga Leon masih belum mau menjawab pertanyaan Gita. "Eitttsss kagak pake keroyokan.. berani elo berdua miting? Gue cipok elo berdua?" Leon sudah mulai bersiap - siap jika tiba - tiba Gita dan Quenny akan memitingnya karena Leon agak jiper juga jika Quenny ikutan miting. Leon tahu kalo Quenny itu menguasi Taekwando. "Elo berani nantangin Quenny?" Kembali Gita berujar. "Hehehehehehe". Leon tersenyum sambil membentuk jari V nya menandakan minta perdamaian dengan Gita karena tidak mungkin dirinya melawan Quenny. "Cerita kagak lo?" Ancam Gita kembali. "Gue lagi suka sama seseorang". Leon memulai ceritanya. Suasana langsung hening dan mereka mulai mendengarkan cerita Leon. Dan mulai mengalirlah cerita Leon tentang apa yang sedang dirasakannya saat ini. Gita sudah melupakan permintaan lagunya yang untuk menghilangkan penat akibat pekerjaannya. "Jadi tuh cewek peserta Tour elo bang? Elo sudah yakin dengan hati elo ma tuh cewek?" Tanya Vanni kepada Leon. "Gue ga tau babe, gue sedang mencari jawaban buat kebimbangan hati gue saat ini, gue sih merasa nyaman kalau bersama dia, cuma gue agak jiper babe, doi anak orang kaya, sedangkan kita hanya jonggos. Gue takut ga sanggup biayain kehidupan tuh cewek. Kita ini masih bekerja sama orang". Leon mengutarakan perasaanya kepada teman - temannya. "Babe, yang penting pekerjaan kita itu halal, kita tidak minta - minta sama orang lain, kita berdiri di kaki kita sendiri. Kalaupun elo berdoa jodoh, perbedaan itulah yang membuat kalian akan menjadi pasangan yang hebat, yang bisa menghadapi setiap cobaan. Yang semangat babe, kita bantu elo kok". Quenny memberi semangat kepada Leon. "Iya bro, yang semangat luhh... kita bantu elo kok.... bantu liat doank". Celetuk Teo dan langsung dihadiahi kacang kulit oleh semua orang di ruangan itu. Dan Teo langsung tertawa. **** "Bang, pesanin gue Tequila ya 1 sloki". Quenny meminta tolong kepada Leon. "Gue juga bang, sama kayak Quenny". Gita pun berujar "Gue bir aja bang". Kali ini Vanny yang berbicara. "Gue long island aja bro". Teo pun berbicara. "Titah nona dan tuan, akan hamba lakukan, ada tambahan lain lagi tuan dan nona - nona?" Leon bertanya kepada teman - temannya. "Cukup itu saja hambaku, kita kesini bukan buat mabok hambaku, kita hanya bersenang - senang saja". Quenny menjawab dengan nada tegas dan teman - teman yang lainnya mulai terkikik akibat ulah meraka berdua. "Baiklah, hamba akan pesan dulu dan hamba akan langsung cuss ke dance floor karena hamba lihat ada mangsa yang menggiurkan". Leon pun menjawab dengan tegas dan tampang datarnya. "Woyyyy gelo lo, tadi elo melow - melow nyanyi bilang katanya lagi pol in lop, nah sekarang uda mau mepetin cewek aja". Gita berceloteh "Hehehehehe... "Adik" gue butuh dibelai babe, maren gue puasa karena dinas, takut karatan "adik" gue". Leon menjawab sambil menampakkan cengirannya. "Kumat lagi dah penyakit bangsatnya, kapan tobat bang?" Vanni menjawab sambil geleng - geleng kepala. "Tunggu kiamat baru si Lebang tobat". Kali ini Teo menimpali omongan Vanni. "Cong, mau turun ga?" Gita bertanya pada Quenny dan Vanni. Gue malas cong, gue mau duduk disini aja, Teo elo ga mau turun kan?" Quenny menjawab dan Teo pun menganggukkan kepalanya kalau dia pun tidak mau turun. "Yok congg, kita berdua aja, sekalian kita lihat si mangsanya si Lebang". Jawab Vanni kepada Gita. Gita dan Vanni menuju dance floor sedang Quenny mendekatkan duduknya dengan Teo. "Babe, elo ga ada niat buat cari gebetan?" Tanya Quenny kepada Teo "Ga lah babe, jaga in kalian aja sudah ribet, mau cari gebetan lagi, gue malas babe". Teo menjawab Quenny tetapi matanya masih fokus dengan game online nya. "Yaa elahhh, ngapain elo jaga kita? Kita uda pada dewasa, bisa jaga diri sendiri, sudah saatnya elo cari gebetan lah, jangan boil aja elo pacarin". Ucap Quenny kepada Teo. "Elo liat tuh komuk - komuk tuh cowok - cowok, dari tadi ga lepas lihatin kalian bertiga, elo tahu kan kalau liat muka mereka yang pada sange itu, kalian itu dijadikan fantasy s*x mereka, dan gue ga suka itu. Gue ga mau temen - temen gue dijadikan fantasy s*x mereka. Kalian pakai baju yang sederhana seperti ini hanya jeans skinny sama kemeja yg digulung aja masih kelihatan seksi. Nah gimana kalau kalian pakai baju yang kekurangan bahan. Gue berani bertaruh, tuh cowok - cowok pada ngeces liat kalian". Teo menjelaskan apa yang dirasakannya terhadap teman - teman genk nya itu. "Segitunya kah kalian melihat kami? Nah elo juga napsu donk liat kita bertiga, kan elo bilang kalau kita ini seksi?" Quenny mengerlingkan matanya sambil tersenyum - senyum. "Kagak napsu gue sama kalian". Teo menjawab dengan ketus dan melanjutkan permainan game online nya. Tetapi dalam hatinya, Teo merasakan deguban jantungnya yang berdetak dua kali lebih cepat karena tangan Quenny berada di paha Teo sambil mengelus - elusnya. "Shittt... Quenny bisa ga tangan elo jangan dipaha gue, "adik" gue tegang neh, gue ini cowok normal Quenny". Teo mendesah dan menahan hasratnya untuk mencoba fokus game online nya. "Ohh iya gue inget, elo kan bencong, ga napsu sama cewek". Quenny menjawab sambil terkikik. "Pulang yok, sudah malam neh, ijin gue sama bonyok cuma sampe jam 12 teng". Rayu Quenny kepada Teo. "Elo lagi weekend dirumah bonyok?" Teo bertanya. "Ho oh, babang gue menculik gue buat pulang ke rumah, nyokap juga sudah rindu berat sama anak gadisnya". Jawab Quenny sambil mengambil kacang mente untuk dimakannya. "Yokk lah cuss, itu mereka juga sudah selesai". Teo memberitahu jika Gita, Vanni dan Leon sedang berjalan ke arah mereka. "Cabut yokk gaess, gue mau pulang tidur, mau puas - puasin tidur, mumpung besok masih libur". Leon mengajak Quenny dan Teo untuk pulang. "Let's go". Serempak mereka semua berbicara. "Le, gue ikut pulang bareng elo ya, rumah gue kan dekat sama tempat elo. Te, mobil gue, elo bawa dulu ya, besok anterin ke apartemen gue ya". Quenny memberitahukan keinganannya. "Siap my queen". Jawaban serempak dari Leon dan Teo. Sesudah cipika cipiki, mereka menuju mobil masing - masing sesuai dengan arah tempat tinggal mereka. Ya, mereka hanya membawa dua mobil. Leon membawa Quenny pulang, sedang Teo membawa mobil Quenny untuk mengantar Gita dan Vanni pulang. ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD