"Morning my lil queen, tidurnya nyenyak semalam? Mimpiin aku ga?"
Read
"Morning my king, tidurnya nyenyak sekali, hampir terlambat ke kantor kalau saja alarm tidak bunyi". Jawab Quenny lewat pesan w******p nya.
"Nanti siang kita lunch bareng ya, nanti aku jemput".
"Siap my king". Quenny tersenyum dengan balasan pesannya. Dirinya sudah mendapatkan mood booster hari ini walaupun hanya berupa pesan singkat.
"Miss u my queen"
Read
"Miss u 2". Hanya dengan pesan singkat itu, kedua mahluk Tuhan yang sedang dilanda asmara tersenyum sendiri dan itu terbawa sampai mereka berada di kantornya masing - masing.
****
"Morning gaessss... Cao An Pak Boss". Quenny menyapa teman - temannya dan managernya Pak Jhonny Tjia.
"Morning, kayaknya senang banget luhh cong... auranya kayaknya "tembus" neh groupnya. Traktir - traktir donk kalau dapat tips banyak". Ujar Gita melihat tampang Quenny yang ceria dan tersenyum terus menerus.
"Muacchhh". Quenny melempar senyum jarak jauhnya pada sang teman.
"Babe, senang banget sih.. daritadi senyum melulu, gue suka kalau elo tiap hari begini terus". Ungkap Teo dengan muka berbinar - binar.
"Ehhh ciye.. ciye.. Teo bencong suka sama Quenny.. uda mulai sadar lo? Uda balik kodratnya?" Tanya Gita dengan sarkasnya.
"Ahh .. elo babe.. elo kok ngomong gitu, jadi ilang mood booster gue pagi ini gara - gara elo dahh.. Bang.. cuss yok kita sarapan daripada dengerin si Gita gaje". Jawab Teo sambil mengajak temannya Leon untuk pergi sarapan.
"Babe, tolong beliin gue bubur ya, ga pake kacang sama bawang goreng, tengkiyu babe.. muachh". Quenny meminta tolong Teo untuk membeli sarapannya karena dirinya tidak sempat sarapan di apartemennya.
"Ok babe". Teo menangkap ciuman jarak jauh dari Quenny dan memasukannya ke hati.
"Napa tuh bencong satu, tumben kayak gitu, pake nangkap ciuman gue aja, lagi kesambet apa?" Tanya Quenny kepada teman - temannya.
"Suka kali sama elo cong". Jawab Vanni dengan cueknya.
"Ga banget dahhh". Jawab Quenny dengan malas.
"Gue sama dia itu sahabat, sama kayak gue ma kalian, sama si Lebang juga.. kita semua sahabat. Gue suka sama dia sebagai sahabat, bukan sebagai wanita suka dengan pria". Terang Quenny kepada Gita dan Vanni yang sedang mendengarnya.
Gita dan Vanni langsung mendekati Quenny dan memeluknya." Yes darling, kita cuma bercanda kok, kita ini kan bersahabat, tidak lebih". Ucap Gita dan mereka tersenyum bersama - sama.
"Gals, weekend kita ke Musro yok, sebelum high season". Ungkap Vanni kepada teman - teman ceweknya.
"Yang di Hotel Borobudur kan? Weekend ini gue ga bisa cong, mau setor tampang sama kanjeng ratu, kalo ga pulang, bisa dipecat gue jadi anak perawannya". Ucap Quenny sambil terkikik, padahal dirinya ingin membuat janjian dengan Alvaro buat dating karena mereka baru memulai suatu hubungan.
"Ohh.. ya sudah, nanti aja kalau gitu, setelah high season aja, kita puas - puasin dugemnya". Gita memutuskan semuanya.
"Ayo, kita kerja lagi.. high season didepan mata cong, siap - siap kita senggol bacok sama departemen lain". Vanni membubarkan dirinya dan menuju ke mejanya sambil terkekeh membayangkan apa yang akan terjadi di saat high season yang mana pekerjaan mereka menumpuk dan tidak jarang mereka akan pulang cepat. Jika sudah sibuk dengan pekerjaan, mereka bisa keluar dari kantornya, yang nampak hanya bulan atau bintang, jika cuaca cerah. Kalaupun mereka kelaur dari kantornya masih bisa melihat warna orange di langit, itu merupakan suatu anugerah bagi mereka tesendiri.
****
"Sayang, aku sudah didepan kantormu".
Read
"Otw kak".
Read
"Gaess, gue cabs dulu ya, gue mau lunch ma temen". Teriak Quenny kepada teman - temannya.
"Temen lo cewek apa cowok cong?" Teriak Gita.
"Ada deh.. want to know aja". Jawab Quenny sambil mengedipkan matanya.
"Jadi curiga gue sama bencong satu itu, senyum - senyum ga jelas dari tadi pagi". Curhat Gita kepada temannya yang lain.
"Lagi pol in lop kali" Jawab Leon dengan cueknya. Sedang Teo mendengus saja dengan ucapan Leon.
"Kita mau makan dimana kak? Jangan lama - lama, yang dekat sini aja ya, kerjaanku banyak karna sudah mulai high season". Ungkap Quenny.
"Gajah Mada mall aja ya, kan dekat dari kantormu". Jawab Alvaro dengan tatapan rindunya, padahal mereka baru bertemu kemarin.
"Iya, disitu aja kak". Jawab Quenny sambil memasang sabuk pengamannya.
"Ganti mobil lagi nih kak? Kemarin pakai Pajero, sekarang pakai BMW series 8". Tanya Quenny dengan keponya.
"Yang kemarin memang mobil yang biasa dipakai untuk ke bandara. Sedangkan yang sekarang, mobil yang biasa buat kakak ke kantor". Jawab Alvaro sambil mengelus pipinya Quenny.
"Beda ya kalau orang kaya, gonta - ganti mobil terus". Jawab Quenny mencibir.
"Kamu jangan lakukan seperti itu lagi, maju - majuin bibir kamu, mau kakak cium kamu?" Goda Alvaro.
"Coba sini kalau berani.. ditangkap pak Polisi baru tahu rasa". Tantang Quenny karena dirinya tahu kalau Alvaro tidak mungkin melakukannya karena posisinya sedang menyetir di jalan protokol.
"Tunggu saja, nanti kamu kakak hukum ya". Acam Alvaro dengan senyum liciknya.
"Ga takut wleee"". Quenny menjulurkan lidahnya menjawab ancaman Alvaro.
"Kamu ini, tambah bikin kakak gemes aja, jadi pengen kekepin kamu di kamar". Ucap Alvaro sambil mengacak rambut Quenny.
"Mau ngapain kakak kekekin aku di kamar? Bosenlah kalau dikamar melulu, mending kita jalan - jalan". Ungkap Quenny dengan penasaran.
"Mainlah". Goda Alvaro sambil tersenyum jahil.
"Main apaan?" Guman Quenny pelan sambil berpikir
Alvaro tersenyum dengan gumanan Quenny dan dalam hati dirinya berkata "kamu polos sekali sih queen".
"Sabtu kita jalan - jalan yok". Ajak Alvaro.
"Boleh, jemput aku dirumah ya, aku hari ini mau pulang ke rumah, mommy sudah teriak - teriak suruh anak perawannya pulang". Terang Quenny.
"Ok, jam 9 pagi, kakak jemput ya. Kakak kamu lagi business trip kan?" Tanya Alvaro.
"Iya, kak Ab lagi ke Beijing, habis itu ke Jepang. Baru jalan kemarin. Kak Ab take off, kita landing, jadi ga ketemu deh di bandara". Terang Quenny.
"Ohh". Alvaro hanya membeo dengar ucapan Quenny.
****
"Morning dad .. morning mom.. morning Av". Sapa Quenny pada penghuni rumahnya sambil mencium pipi mereka satu per satu.
"Sarapan apa kita hari ini mom?" Tanya Quenny pada mommy tersayangnya.
"Mommy buat soto, paduka raja ingin makan soto buatan mommy". Ungkap mommy nya sambil terkikik melihat suaminya. Sedang sang suami hanya memutar bola matanya karena ucapan sang istrinya.
"Paduka raja sedang ngidam? Ohh no.. aku ga mau punya adik lagi, cukup Av aja.. satu aja sudah buat kita repot, mau ditambah lagi satu". Jawab Quenny dengan tidak rela.
"Pletakkk... Awww.. Sakit donk kanjeng ratu" Rutuk Quenny karena kepalanya diketok sama sendok sayur.
"Kalau ngomong itu disaring ya.. sejak kapan mommy mu ini mengandung? Uda dikunci pabriknya. Uda ga bisa produksi lagi". Ungkap sang mommy kepada anaknya. Mommynya memang sudah steril dari sejak dirinya melahirkan anak yang terakhir Rafandra Avshalom Pradipta.
"Kirain masih mau punya anak, ga malu apa sudah tua trus punya anak lagi? Nanti saingan anak sama cucu". Ungkap Quenny sambil menyuapkan sotonya.
"Memang kamu sudah mau kasih mommy cucu? Kenalin donk calonnya sama mommy n daddy". Goda Mommy Tania sambil terkikik.
"Calon apaan? Calon sarjana? Tuh si Av yang bakal calon sarjana". Elak Quenny dan menjadikan adiknya bantalan supaya dirinya tidak dicecar lagi dengan pertanyaan mommy nya yang super kepo.
"Ya siapa tau aja kamu sudah punya calon yang mau dikenalkan sama mom and dad". Ucap mommynya yang masih tidak mau kalah.
"Aku belum bisa membahagiakann mom and dad, tunggu aku bisa mengajak mom and dad keliling dunia dengan jerih payahku, baru aku mau menikah". Putus Quenny kepada mommynya.
"Membahagiakan mom and dad itu gampang, cukup kamu menikah dengan pria yang benar - benar mencintaimu dan membahagiakanmu, sudah cukup bagi kami, ya kan dad?" Tanya sang istri kepada suaminya yang tercinta.
"Iya Ce, kami tidak perlu yang mewah - mewah, cukup melihat anak - anak kami bahagia, kamipun sudah bahagia. Apalagi kalau kami sudah dikasih cucu ya mom". Ucap sang kepala keluarga sambil menaik turunkan alisnya untuk menggoda Ce da Av.
"Ihh.. aku masih kuliah, belum mau menikah, biar babang sama kak Ce aja duluan, masa mudaku masih panjang, aku masih mau menikmatinya". Ucap si bontot yang tidak mau disuruh menikah muda.
"Ya siapa tau kamu juga berminat untuk menikah duluan Av". Ujar sang mommy menggoda si bungsu.
"No way.. aku masih mau hang out bareng teman - teman, belum mau terikat dulu". Jawab si bontot tak mau kalah.
"Suruh babang duluan aja mom, kalau perlu dijodohkan, uda tuir, takut ga laku". Ujar Quenny sambil tertawa.
"Giliran ga ada kakakmu saja, berani kamu menggodanya, coba kalau ada orangnya, jangan harap kamu bisa menggodanya, bisa habis kamu dipiting sama si babang". Daddy nya mengingatkan Quenny.
"Nah, itu dia.. mumpung ga ada orangnya, paling juga orangnya bersin - bersin kita sebut namanya". Quenny tertawa lepas karena bisa membully kakaknya tanpa adanya kehadiran sang kakak.
"Ting tong.. Biar aku yang buka saja pintunya mom". Ujar Quenny berjalan menuju pintu depan.
"Loh.. kak Al, pagi sekali... katanya jam 9, ini baru juga jam 7 sudah nonggol". Tanya Quenny dengan penasaran.
"Aku sudah tidak sabar bertemu denganmu sayang, aku sudah rindu berat". Ujar Alvaro sambil menjawil pucuk hidung Quenny.
"Silakan masuk kak.. kakak sudah sarapan? Sarapan bareng yok". Ajak Quenny.
"Aku tadi sudah makan sandwich dan minum kopi dalam perjalanan kesini". Jawab Alvaro.
"Oooo". Quenny hanya jawab membeo.
"Siapa Ce?" Teriak sang mommy dan berjalan segera menghampiri putrinya.
"Kak Al mom, temannya Kak Ab". Terang Quenny kepada mommy nya.
"Oh kamu Al, kita ketemu lagi, ayo masuk.. kita sarapan bersama, mom masak soto ayam". Ajak mommy Tania.
"Terima kasih tan, aku sudah sarapan tadi dijalan". Ungkap Alvaro tersenyum menolak karena tidak enak hati diajak sarapan bersama.
"Mom tidak menerima penolakan, jadi kamu harus ikut sarapan bersama kami". Jawab mom Tania dengan tegas karena dirinya tidak mau ditolak dan juga supaya dirinya bisa bertanya - tanya alasan Alvaro datang kerumahnya pagi - pagi, sedangkan temannya Alvaro, anak sulungnya sedang tidak dirumah karena ada business trip.
"Baik tan..". Ucap Alavaro sambil menunduk sopan.
"Duduk kak, ini sotonya, kakak bisa racik sendiri rasanya, mau pedas atau asam atau manis". Quenny menyodorkan soto ayam buatan mommynya.
"Om.. Saya Alvaro" Alvaro menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Aryana Pradipta, sang kepala keluarga.
"Kamu kan temannya Rafael yang sama - sama kuliah di London? Om pernah bertemu kamu pas kalian sama - sama wisuda". Ungkap Aryana karena mengingat tampang Alvaro. Bagaimana dirinya bisa lupa jika anaknya dan Alvaro menjadi most wanted di univeritas mereka karena mereka sangat terkenal ganteng, terutama Alvaro. Muka Alvaro adalah perpaduan antara keturunan Inggris dan Indonesia. Sang ayah yang merupakan keturunan Inggris, sedangkan ibunya berasal dari suku menado. Jadi sangat kontras sekali tampangnya Alvaro, perpaduan Eropa dan Melayu, sangat ganteng ditambah dengan badannya yang atletis.
"Iya Om.. Om masih inget saja dengan saya". Ujar Alvaro sambil tersenyum.
"Mom, ingat kan dengan Alvaro yang waktu si babang wisuda di London?" Tanya sang suami kepada istrinya.
"Oh.. iya ..iya .. mom baru ingat.. pantas aja waktu mom ketemu dibutik, sepertinya mom pernah lihat, tapi dimana, mom lupa". Jawab Tania, mommy nya Quenny sambil mengangguk - anggukan kepalanya.
"Tapi, Rafaelnya sedang business trip nak Al". Terang mommy kepada Alvaro karena mengingat Alvaro adalah sahabat anaknya Rafael.
"Ehmm... saya mau ajak Quenny jalan Tan.. Om". Jawab Alvaro tegas. Dan seketika hening di ruang makan tersebut, sedangkan Quenny mukanya sudah tegang.
"Maksud kamu.. kamu mau ajak anak perawan saya ngedate?" Tanya mommy Tania dengan polosnya.
"Iya tante". Jawab Alvaro masih dengan tegas dan agak sedikit tegang.
"Kalian pacaran?" Tanya mommy Quenny dengan penasaran. Sedangkan sang daddy hanya menahan senyum karena kekepoan istrinya. Dan Sang Adik hanya memandang Alvaro sama seperti mommynya yang penasaran.
"Iya Tan". Jawab Alvaro kembali. Sedangkan Quenny hanya menunduk malu karena pertanyaan dari sang mommynya kepada Alvaro karena penasaran.
"Sejak kapan kalian pacaran? Ce tidak cerita sama mom". Ujar mom masih dengan tingkat penasaran dan dengan jidat yang berkerut.
"Sejak kami berada di Hongkong". Kembali Alvaro menjawab pertanyaan mom Tania.
"Kapan kalian ke Hongkong? Setau mom, Quenny baru pulang bawa grup dari Hongkong? Memang kalian ke Hongkong berdua?" Mommy Tania masih bertanya dengan antusiasnya.
"Kami memang pergi ke Hongkong bersama mom dan kebetulan grup yang dibawa aku bawa itu dari perusahaan kak Al. Perusahaannya memberikan penghargaan kepada karyawannya yang sudah mencapai targetnya". Terang Quenny kepada mommynya.
"Ohhh... jadi begitu ceritanya.. cinlok nih kalian berdua?" Goda sang mommy kepada Quenny dengan senyum jahilnya.
"Ahhhh mommyyyyy.. aku kan jadi malu". Quenny merajuk kepada mommynya sambil menahan malu akibat ulah mommynya yang suka jahil.
"Bhuahahahahaha". Mereka tertawa serempak dan Alvaro hanya menahan senyum karena melihat Quenny yang menahan malu dengan muka merahnya.
****