Keadilan atau balas dendam?

1130 Words
" Aku tidak dapat menghadiri pemakaman ayah, biarlah bunda membenciku. Aku tak sanggup melihat penderitaannya." Cecile memerintahkan supirnya untuk mengantarnya ke sebuah klub malam. Ia menghabiskan malam itu dengan minuman keras dan berakhir dengan seks one night stand. Puluhan pesan serta panggilan tak terjawab membuat Cecile bangun. Kepalanya masih pengar akibat alkohol yang di konsumsinya. " Kak!! kemana saja sih? kenapa kemarin kakak tidak datang, bunda sangat kecewa" Cuitan suara Clara di telepon yang memekakan telinga Cecile sampai tersadar. "Aku di luar kota,ada hal yang tidak bisa aku tinggalkan" Jawab Cecile. "Apakah pemakaman ayah bukan hal penting buatmu kak? Bunda menunggu mu di rumah malam ini, Jangan kau tak datang!" Clara dengan emosi menutup teleponnya. Hatinya keras bagaikan batu,sikapnya dingin bagaikan es. " Aku tidak pernah marah kepadamu Cecile.Tidak sedikitpun, Aku dan ayah selalu mendampingimu." Menohok sekali kalimat bunda malam itu. Wajahnya pucat,lemas tak berdaya. Matanya sembab terlalu banyak menangis. " Maafkan aku, tapi aku benar benar terhalang pekerjaan Bunda." Cecile menunduk tidak menyesal. Kemudian bangkit memeluk Bundanya sambil menangis, bukan menangis karena kepergian ayah tapi menangisi kesetiaan Bunda. ***** " Tega nya ayah berbuat ini semua!! lihat bunda, apa kurangnya bunda?apakah ayah tidak bahagia?apakah ayah terpaksa menikahi bunda?!!" sejuta pertanyaan yang ingin keluar dari kepala Cecile, suaranya terbata bata sambil menangis. Ayah duduk terdiam, menunduk. ia tidak punya jawaban atas semua pertanyaan Cecile. Mencoba meredam amarah anak sulungnya tapi nampaknya sudah tidak terbendung. " Apakah bunda tahu?" Sorotan matanya bagai serigala. " Tidak nak" Ayah tidak dapat menatap Cecile. " Tenang saja, Aku tidak akan memberitahu bunda, aku tidak akan membuatnya sakit. Begitu pula Clara." Kata katanya sangat meyakinkan tapi tersirat dendam. Cecile pergi meninggalkan Ayahnya, yang dulu dia anggap pahlawan, lelaki yang penuh kesabaran, kelembutan dan kasih sayang. kini tak lain bagaikan seonggok bangkai yang menjadi racun bagi keluarganya. Pertemuan mereka siang itu di hotel menorehkan banyak luka. Sebelum menutup usia, ayah nya selalu meminta maaf kepada bunda dan Clara. Meminta disampaikan pesan maafnya kepada Cecile. Ayah meninggal karena sakit jantung. ***** " Apa salah ku, sampai Tom dan ibunya menggancurkan keluargaku? apa karena mereka keluarga kaya dan terpandang sehingga mampu membuat berantakan hidup orang lain?" kepalanya sakit, terlalu berat memikirkan masalah ini. Tapi Cecile bersumpah harus mendapat keadilan bagi Ibunya sekaligus membalaskan dendamnya. Perlahan Cecile membangun kerajaan bisnis.Menyingkirkan orang orang yang menghalanginya. Cara bicara dan penampilannya membuat banyak orang terpukau. Istana megah telah disiapkan Cecile untuk Bunda dan Clara. " Tom sudah berpisah dengan istrinya. Kedua Perusahaannya sudah kita ambil alih. Ayahnya meninggal karena kecelakaan. kini ibunya menetap di rumah sakit jiwa." Diego tahu bahwa dia tidak perlu melaporkan secara detail, hanya intinya saja. Cecile tersenyum kecil, senyum yang sempat pudar dari hidupnya selama ini. tapi ia belum merasa puas, sampai Tom hancur berkeping keping di tangannya. Malam itu Cecile pergi ke klub untuk merayakan kemenangannya, seperti biasa di akhiri dengan mabuk dan seks. ***** " Cecile, apakah kamu baru bangun? jangan lupa nanti sore acara pertunangan adikmu, kamu harus tiba disini sebelum makan siang" Suara lembut bunda membangunkan Cecile melalui telepon. " Baik bunda, aku bersiap dulu." Kegiatan malamnya selalu membuat sakit kepala. Sial! Clara tampak cantik menggunakan kebaya berwarna biru muda, rambutnya di sanggul manis dengan hiasan permata diatasnya. Sungguh cantik! beruntung sekali Steave mendapatkannya. Steave paham betul kedudukan Cecile, sekalipun tidak berani ia menyakiti Clara. Acara pertunangan berjalan lancar, semua yang hadir memuji kecantikan kakak beradik tersebut. " Kapan kamu akan menikah seperti adikmu?" " Apakah kamu tidak membawa pasangan?" " Jangan telalu sibuk dengan bisnismu, nanti lelaki akan takut padamu" " Kalau bukan karena Clara dan bunda aku tidak akan hadir!" Cecile mengumpat dalam hati. Dia benci pergi ke acara pesta, karena dia tau akan banyak di suguhkan pertanyaan yang membuatnya muak. Malam itu Cecile menginap di rumah bunda. " Harus berapa kali ku katakan,aku tidak mau menikah! " kali ini cecile berbicara lebih tegas." tapi adikmu akan segera menikah,bagaimana denganmu??!" suara bunda sedikit bergetar menahan tangis." menikah bukan tujuan hidupku" cecile pergi meninggalkan bunda dengan geram. "Kenapa harus menikah jika aku puas dengan kesendirianku" Cecile berkata dalam hati. Tidak pernah sekalipun ia membentak Bunda, sungguh merasa berdosa tapi mengapa ada pembahasan mengenai pernikahan? Baginya pernikahan merupakan momok yang menyeramkan, dua orang yang mencinta bisa saling menghancurkan. persetan dengan omongan orang. Cecile memiliki prioritas yang lebih tinggi dan misi nya saat ini hampir tercapai. ***** Tom merasa hidupnya sudah sangat hancur. Sebagai pewaris tunggal dari kakeknya ia merasa gagal. Amarahnya sangat memuncak begitu tahu pesaing bisnisnya adalah PT. Baja Industri. Tetapi meredam ketika tahu siapa pemilik perusahaan tersebut. PUTRI GUNUNG ES. " Kenapa Cecile sangat membencinya? apakah ia tidak tahu bahwa mereka adalah saudara kandung? apakah Cecile lupa masa masa indah mereka bersama" Pikiran Tom melayang mengingat masa lalu, masa di mana ia merasa sangat b*******h dengan Cecile. Aroma tubuhnya, molek tubuhnya, gelora yang menggebu gebu begitu dahsyat. Aahh aku rindu bercinta dengannya. Lamunan Tom buyar dengan adanya ketukan pintu. " Bos ada surat gugatan yang di layangkan untuk perusahaan" Rico masuk ke ruangan Tom. " Gugatan mengenai apa?" Tom merasa bingung. karena selama ini perusahaannya selalu taat membayar pajak, karyawan pun di bayar tepat waktu. Dan dia hanya pewaris satu satunya. Rico meminta ijin Tom untuk membacakan surat tersebut. " Sengeketa perusahaan? tidak masuk akal. Tidak masuk akal, Ini adalah perusahaan ibukku, warisan dari kakekku" Tom terlihat geram. " Siapa yang menggugat?!" " PT. Baja Industri alias Cecilia Brahmantyo " Ujar Rico. " Bagaimana bisa dia menggugat perusahaanku, apa hubungan dia dengan keluargaku. b******k!" " Di dalam ada surat perjanjian, mungkin bos mau membacanya." Rico menyerahkan surat tersebut. " Tinggalkan aku sendiri" Tom membaca surat itu perlahan. ***** Dear Bram, Hari ini papi memberikan perusahaannya kepadaku, seperti yang kukatakan sebelumnya ini akan menjadi perusahaan mu. Berkas berkas sudah ku serahkan ke pengacara. Kita buktikan ke orang tuaku bahwa kamu sukses dan mereka akan merestui kita. Biarlah sandiwara ini ku buat asal kau menepati janjimu, Menikahiku. Love, Donna. ***** Tom memandang setumpuk berkas peralihan perusahaan yang di hibahkan Donna kepada Bram. Bahkan ada surat mengenai sekolah Cecile. Surat tersebut menjelaskan bagaimana Cecile bisa di terima di sekolah internasional dengan beasiswa full ada disitu. Pantas saja selama ini Cecile selalu menanyakan kenapa ia bisa masuk ke sekolah mahal dengan biaya gratis, selain memang pandai rasanya tidak mungkin sekolah swasta mahal menerimanya dengan cuma cuma. Kepala Tom berdenyut kencang. Kenapa selama ini ibunya menceritakan kebohongan? Mengapa ibunya mengintai Cecile dan menjauhkannya dari Tom? Sebenarnya apa hubungan dia dengan Cecile? Tom selalu berpikir ibunya berada di rumah sakit jiwa karena depresi kehilangan ayahnya. Dan sekarang kenapa Cecile mengincar hidup Tom dan ingin menghancurkannya? "Apa salahku?" Tom duduk termenung. " Masalah ini tidak dapat selesai dengan perantara orang ketiga. Aku harus bertemu Cecile." Gumam Tom. Apa yang kau inginkan Cecile? keadilan atau pembalasan dendam yang membara?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD