Saat ini seorang gadis tengah duduk di kursi yang terbuat dari kayu, di depannya ada sebuah meja persegi panjang dengan satu buku tebal di atasnya. Erlin membuka lembar per lembar buku itu, kini ia sedang berada di perpustakaan yang letaknya berada paling belakang mansion. Aneh, sumber ilmu pengetahuan justru diletakkan paling belakang, kenapa perpustakaan ini tidak di depan saja? Untuk membuat orang-orang minat membaca, bukan malah berada di belakang dengan kondisi yang tak terawat penuh debu. Saat Erlin baru memasuki perpustakaan ini, ia langsung terbatuk-batuk ketika menghirup debu saking banyaknya. Namun, rasa ingin tahunya mengenai silsilah bangsa rogue ini lebih besar, maka dari itu ia memutuskan untuk tetap masuk dan berkelana dengan buku sejarah bangsa itu. Ia sudah memberi

