Pengakuan perasaan yang kemarin Jamien lakukan membuatnya lebih tenang, seharian ini ia terus memperlihatkan senyuman kebahagiaannya, tentu saja membuat orang-orang yang berpapasan dengannya merasa aneh. Tidak biasanya Jamien tersenyum, pria itu selalu memperlihatkan aura tegang nan menyeramkan. Mereka berpikir kemungkinan besar hal ini berkaitan dengan rumor kehamilan Erlin, bisa saja begitu. Meski tanpa mereka ketahui, rumor tersebut hanya sebuah kalimat tak benar. Anehnya lagi Jamien membiarkan rumor itu beredar, ia senang saat rakyatnya berpikir bahwa sang Luna hamil. Jamien hanya ingin jika rumor tersebut akan menjadi kenyataan suatu hari nanti, tidak ada salahnya berharap ‘bukan? “Alpha, Alpha!” Sebuah suara terdengar panik dari luar pintu. Jamien yang sedang duduk di singgasa

