26. KOTAK CINCIN

1468 Words

*** Sebuah ingatan tiba-tiba menyusup. Percakapan samar tentang sebuah misi… delapan tahun lalu. Saat itu ia tak memahami apa pun, hanya menangkap pótongan kata tanpa makna. Kini potóngan-potóngan itu menyatu. Dan kebenaran itu membakár d4danya dari dalam. Matteo mulai sadar bahwa ia mungkin bukan sekadar pion, tapi bagian dari rencana besar sejak dulu. Sebuah tawa pendek lolos dari bibirnya kering, tanpa rasa. "Jika mereka saling mencintai, bukankah itu sesuatu yang seharusnya didukung?" ujar Matteo tenang. "Aku tidak punya hak memaksa Mira mencintaiku… terlebih memaksanya menikah denganku." Suaranya tetap datar, terlalu terkendali. Seolah tak pernah ada perasaan yang tumbuh di hatinya untuk gadis itu atau mungkin ada, tetapi ia memilih menguburnya dalam-dalam. "Teo! Apa kau tahu ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD