bc

Not Love To be Love

book_age16+
26
FOLLOW
1K
READ
contract marriage
drama
comedy
sweet
like
intro-logo
Blurb

ig astor@emaknyahaechan94

cast bayangin aja :

Shanum Sabila (Kim so hyun)

Laka Airlangga (Taeyong Nct)

Gentaka Atmaja (Doyoung Nct)

Rizky

(Jaehyun Nct)

Shaka

(Jeno Nct)

Shanum Sabila berharap yang mendatanginya adalah Gentaka Atmaja laki-laki yang harus bertanggung jawab atas bayi yang sedang ia kandung, tapi harapan itu sirna saat laki-laki yang tak pernah ia kenal sebelumnya justru yang mendatanginya.

"siapa kamu?" Dengan wajah penuh tanda tanya, shanum mengucapkan.

"Gue? gue calon suami Loe." Dengan gaya tengilnya Laka Airlangga menjawabnya.

Akankah Shanum menerima takdirnya? Menikah dengan laki-laki yang ternyata adalah kakak dari Gentaka Atmaja laki-laki yang ia cintai?

Lalu kenapa bisa? adik yang menghamili kakak yang harus tanggungjawab?

chap-preview
Free preview
Ngehamilin gadis Misquein
Plak! Sebuah tamparan mendarat dipipi Gentaka Atmaja. "Malu-maluin kamu!" ucap Surya Atmaja yang bukan lain adalah Papahnya, bagaimana tidak murka? anak laki-laki yang sangat ia andalkan sebagai penerus perusahaannya yang tengah naik daun dideretan para perusahaan ternama di Indonesia malah menghamili anak orang. Bukan hanya itu, gadis yang Taka hamili adalah dari kalangan miskin bagi Surya. Tentu itu sangat mencoreng nama baik perusahaan. Apalagi Taka sudah digadang-gadang akan dijodohkan dengan anak dari perusahaan yang tittlenya melebihi dari perusahaan Mahardika Star. "Aku akan menikahinya pah, Taka cinta sama dia." dengan tegas laki-laki berusia 23tahun yang mempunyai paras tampan badan ideal incaran para wanita itu mengatakannya. "Tidak!" sergah Surya. "kalau kamu menikahi gadis miskin itu, papah akan membuat gadis itu menyesal!"ancam Surya. "Pah, tapi gadis itu sedang mengandung anak Taka pah." "Lalu kamu mau bertanggungjawab, dan mempertaruhkan nama perusahaan yang sudah papah bangun dari nol?! kamu ingin papah mati, seperti suami Mamahmu terdahulu hah?!" Jeni adalah wanita paruh baya yang terlihat muda karena berbagai produk kecantikan yang ia pakai, dia merupakan isteri Surya dan Ibu dari Taka dan Laka. Wanita itu hanya bisa diam dipojokan. Tak ada yang berani menolak perintah Surya. "kalau kamu tetap pada pendirianmu, menikahi gadis itu. Silahkan pergi, tapi jangan harap kamu bisa menemui papah dalam keadaan hidup! Dan sebelum papah mati, papah akan buat gadis itu ikut mati secara perlahan!" Sungguh durjana Surya. Gentaka diam sejenak, wajah Shanum masih terbayang diingatannya, tak mungkin jika dia lari begitu saja meninggalkannya dalam keadaan berbadan dua, tapi dilain sisi dia tak ingin terjadi sesuatu pada papahnya. Terlebih lagi ancaman papahnya untuk Shanum. Gentaka saat ini menanggung beban berat diperusahaannya. Nasib ribuan pekerja ada ditangannya. Tentu, dia tak boleh gegabah dalam mengambil keputusan. Tapi rasa cinta yang disertai nafsu belaka telah menyulitkan kehidupannya. Terlebih gadis yang ia cintai juga menanggung beban berat. Mencintai Shanum adalah beban yang ia berikan pada gadis yang ia cintai itu. Jeni mendekati sang putra, dia mengelus pelan lengan Taka. "kau turuti saja apa kata papahmu Taka," "Baiklah, aku tak akan menikahi gadis itu. Tapi papah janji akan menjamin hidupnya." akhirnya Taka harus menyerah. Lari dari tanggungjawab demi sang papah dan nama baik perusahaan. Dan juga demi kebaikan Shanum, walaupun itu pasti akan menyakiti gadis yang ia cintai. "Ya, papah janji. Sekarang kamu bersiaplah ke L.A untuk menghadiri rapat dengan Ceo perusahaan Angkasa pura," lagi-lagi si Surya hanya memikirkan soal keberlangsungan perusahaan. "Kamu urus semua keperluan Taka," suruhnya pada Rizky Sekertaris kepercayaannya. Yang bukan lain adalah teman kuliah Gentaka. Rizkypun segera menuruti perintah Surya, dan mengantar Taka ke bandara. --- "Sekarang kamu datangi keluarga miskin itu. Kamu bawa satu koper uang. Tutup mulut mereka." dengan piciknya Surya menyuruh Rizky mendatangi keluarga Shanum. 'gila ini orangtua ya, nggak mikirin perasaan anaknya sendiri. Apalagi mikirin anak orang' gumam Rizky dalam hati. Tentu, selama 3tahun bekerja dengan Surya, sedikit banyak dia sudah tau watak bigbosnya itu. Setelah lulus kuliah, Rizky yang memang bersahabat dengan Taka, diajak bekerja di perusahaan Papahnya. Memang gajih yang Surya tawarkan tak maen-maen. Tapi pekerjaan yang ia dapatpun tak kalah maen-maen. Seperti sekarang, segala menyuap gadis yang dihamili Takapun menjadi urusannya. Hmmmm , Rizky membuang nafas kasarnya saat menuju ke rumah Shanum. "nasib-nasib!" ungkapnya. "kenapa pak?" tanya Tarjo supir perusahaan yang ditugaskan untuk mengantarkan Rizky kemanapun. "biasa lah jo jo," jawabnya sambil menyenderkan badan dikursi mobil. 2jam berlalu, akhirnya sampai juga disudut kota. Dimana perumahan yang sangat sederhana berderet. -- "Astaghfirullah Nak, Bapak sudah bilang. Jangan kamu punya hubungan dengan orang kaya seperti mereka," Joko yang merupakan Bapak Shanum hanya bisa meratapi nasib putrinya. Sedangkan Yanti, ibu dari Shanum hanya bisa menangis. "Kalau mereka nggak mau tanggungjawab, biar Shaka yang datengin mereka Pak-Bu. Kalian nggak perlu khawatir." Shaka anak kedua mereka, yang merupakan adik laki-laki dari Shanum mati-matian akan membela kehormatan keluarga. Pemuda berkulit sawo matang, dengan lesung pipi itu, kini sudah berusia 20tahun. Walaupun dia adik, tapi sudah seperti kakak bagi Shanum. Shanum gadis cantik yang berusia 22 tahun itu, hanya bisa menyesali segala perbuatannya. Bukan Shanum yang mengejar Taka, tapi sebaliknya. Taka jatuh cinta saat pertama kali bertemu di cafe tempat Shanum bekerja. Shanum gadis yang mandiri, sebagai anak pertama. Dia bekerja untuk membiayai kuliahnya, dan sekolah adiknya. Shanum wanita pekerja keras, tidak hanya satu pekerjaan yang dia ambil. Siang dia menjadi guru les tambahan anak sekolah. Malamnya sebagai pelayan cafe. Dan sekarang keadaan perlahan menyulitkannya. Shanum menyesali telah bertemu dan menjalin kasih degan Gentaka. Laki-laki yang mencuri hatinya, juga kesuciannya. Tok ... tok ... Suara ketukan pintu terdengar dari rumah sederhana kluarga Shanum. Tak menunggu lama, Shakapun segera membukakan pintu. "Permisi, benar ini rumah Shanum Sabila?" ucap Rizky. "Ya benar, ada perlu apa dengan kakak saya?" "Emmm, boleh saya masuk?" Rizky setengah melongok, menyapu kesekeliling dalam rumah. Shakapun mempersilahkan, dan tak lama Joko, Yanti, dan Shanum menuju ruang tamu. "Astaghfirullah," Yanti menangis histeris saat Rizky mengatakan sesuai perintah Surya. "Dia fikir kami hanya perlu uang!" tegas Joko yang merasa harga diri putri dan keluarganya diinjak-injak. Orngtua mana yang memang tulus menyayangi anaknya, tak murka melihat kehamilan putrinya ditukar dengan sekoper uang. "Kurangajar!" Shaka tak tinggal diam, dia menarik kerah baju Rizky. Lagi-lagi Rizky yang kena sasaran. Laki-laki tinggi besar, dengan hidung mancung itu seakan pasrah. Bagaimanapun juga dia tau perasaan keluarga Shanum. Pasti sangat kecewa. Apalagi dia juga terlahir dari keluarga sederhana. "Sabar mas, sabar," hanya itu yang bisa Rizky ucapkan. Hampir saja bogem mentah mendarat dipipi Rizky, beruntung Joko langsung melerai anak laki-lakinya itu. "Sudah le, jangan ada keributan. Dia hanya pekerja yang menyampaikan," dengan airmata berderai Yanti mengucapkan. Shanum, memilin ujung bajunya. Tak menyangka Gentaka akan melakukan ini padanya. Padahal Taka, sudah berjanji akan bertanggungjawab. Tapi kenyataannya apa? bahkan dia tak mengucapkan sepatah katapun via pesan singkat. 'aku benci kamu Taka' gumam Shanum dalam hati. "Akan saya tuntut! akan saya permalukan keluarga Surya Atmaja!" ungkap Shaka dengan lantang. Ya, Shaka tau yang menghamili kakaknya adalah salah satu anak dari keluarga pemilik perusahaan ternama itu. Walau Shaka belum tau yang mana kekasih kakaknya. Tapi Shaka tidak maen-maen, walaupun dia orang tak punya. Sangat mudah untuk memviralkan mereka, walaupun resikonya keluarganya juga akan menanggung malu. "Calmdown mas, kita bisa bicarakan baik-baik," Rizky mencoba mencairkan suasana. "Silahkan pergi, dan bawa uang itu. Biarpun kami miskin, tapi harga diri kami tak bisa ditukar dengan itu!" tegas Joko. "Saya tunggu sampai besok, jika tidak ada itikad baik dan bertanggungjawab menikahi kakak saya. Liat saja apa yang terjadi!" dengan sorot mata tajam Shaka mengatakan. ---- "Kurangajar! dasar orang-orang sombong!" Surya murka, setelah Rizky menyampaikan semua yang keluarga Shanum katakan. "Sepertinya adik laki-laki gadis itu, begitu berapi-api pak. Kita tak bisa menganggap enteng ucapannya." ungkap Rizky, yang membuat Surya terdiam lama. "Cepat hubungi Laka, suruh menghadap saya," titahnya. Disisi lain, Laka laki-laki berusia 29tahun yang berwajah tampan, walaupun usianya sudah terbilang tak muda lagi, tapi dia baby face masih terlihat seperti awal duapuluhan Gaya tengil dan ucapan gombalnya mampu membuat ciwi-ciwi termakan oleh rayuan mautnya. Kali ini, dia sedang bersenang-senang disebuah club dengan kedua sahabatnya dan satu wanita cantik yang kini berstatus sebagai pacarnya. Malam ini memang hanya satu yang Laka bawa untuk djadikan teman kencannya. Tapi dimalam lainnya, dia akan berganti wanita. Begitulah watak Laka Airlangga playboy cap kapak. "Sayang hp kamu getar," ucap Bela, pacarnya malam ini. "Getaran hp ini, tak dapat mengalahkan getaran cintamu sayang," ucapnya sambil mengendus rambut panjang wanitanya itu. "ih kamu bisa aja," jawab Bela setelah itu mengecup pipi Laka, "aku ke toilet dulu ya sayang." "Jangan lama-lama, nanti aku kangen!" "Ih, kamu!" Bela mencubit gemas hidung Laka. Playboy cap kapak itupun akhirnya mengangkat panggilan telfon dari Sekertaris ayahnya itu. "Kenapa boy?" panggilan yang biasa, ia sematkan pada Rizky. 'Gue harus berurusan sama si tengil ini' gumam Rizky, yang tentunya sudah tau sikap Kakak temennya ini. Rizkypun menyampaikan titah Surya padanya. "Gue harus cabut sekarang," ucap Laka pada Lucas, dan Yuta sahabatnya setelah mematikan sambungan telfon. "Lah, balikan lue kaya ayam!" umpat Lucas. "Disuruh bokap, lue tau kan gimana bokap gue," sahut Laka sembari mengenakan jaket jans nya. "Wih, aroma-aromanya mau bagi-bagi warisan kali si Surya ka," celetuk Lucas sembari cekikikan. "To ol, lue kira bokapnya Laka mau koid!" sergah Yuta, yang rada beneran otaknya. "terus itu si Bela gimana?" "Ya ... lue urus dah ya." Laka menepuk pundak kedua sahabatnya itu. --- Sesampainya di rumah megah Orangtuanya itu. Laka sudah ditunggu oleh Surya, dan juga Jeni. Tak ketinggalan Rizky juga ikut ditengah-tengah mereka. Jeni juga belum tau, apa yang akan Surya sampaikan. Hingga dia megajak Laka ikut dalam perbincangan ini. Ya, tentunya Laka beda 90derajat dengan Taka, Oleh karena itu, Surya tak pernah melibatkan Laka yang kerjaannya hanya hura-hura. Tapi kali ini, Surya membutuhkan Laka. "Kamu harus menikah." Surya memulai pembicaraannya tanpa basa basi, membuat tiga orang yang ada diruangan tercengang. Ya, pada akhirnya Surya menumbalkan Laka untuk menikahi Shanum. Dia takut, kalau keluarga Shanum benar-benar melakukan hal yang dapat merugikan nama baik perusahaan. Oleh karena itu, dengan otak piciknya, dia menyuruh Laka bertanggungjawab. Tentunya Surya tak peduli, nantinya Laka menyetujui atau tidak. Yang Surya tau, apapun keinginannya harus terealisasi. "Papah?!" Jeni angkat bicara. "Kamu diam saja!" Rkzkypun tak kalah tercengang, bagaimana mungkin Shanum mau dengan laki-laki kaya si Laka begini. Fikirnya. "Laka masih mau seneng-seneng pah," sembari tertawa Laka bicara, seolah Papahnya haya basa-basi semata. "Papah udah kebelet pengen punya cucu apa gimana nih haha." Surya mendelik, "papah tidak becanda! kamu harus menikahi gadis yang telah Taka hamili." Bola mata Laka seakan mau copot, "hamil? Taka? maksudnya apa Pah?" Laka kali ini menatap Jeni. "Pah, papah nggak bisa gitu dong pah?! protes Jeni. Jeni mengatakan sesuatu yang terjadi pada Taka. Dan setelah mengetahui yang sebenarnya, Laka berdiri tak terima. "Taka yang meghamili, kenapa Laka yang harus tanggungjawab? ini tidak adil! apa gara-gara Laka bukan anak kandung papah, jadi papah bisa seenaknya saja pada Laka!" "Selama ini kamu hanya bisa menghamburkan uang, maen perempuan. Minum-minuman. Mempermalukan keluarga. Dan kali ini apa kau tau mau membalas secuil kebaikanku dari dulu padamu dan ibumu hah?!" Surya berdiri menunjuk Laka. "Jika kau tak mau menuruti kemauanku. Akan kuceraikan ibumu dan silahkan kalian menjadi gelandangan lagi!" Surya meninggalkan ruangan, disusul oleh Rizky. "kau urus anakmu, pastikan dia menuruti perintahku!" tegasnya pada Jeni sebelum meninggalkan ruangan. Jeni mendekati Laka, memeluk putra pertamanya itu. Laka memang anak tiri Surya. Sebelum menikah dengan Surya, Jeni terlilit hutang dimana-mana. Itu semua karena mendiang suaminya yang merupakan Ayah Laka. Hingga Surya datang, dan menikahi Jeni. Kehidupannya jadi berubah. Dari pernikahan itu terlahirlah Gentaka Atmaja. "Mah, apa karena Laka anak tirinya bisa ia perlakukan seenaknya mah! Lagipula Taka, liatkan mah, anak yang selama ini kalian banggakan malah melakukan hal kaya gini. Dan sekarang Laka dikambinghitamkan!" Dengan mata memerah penuh amarah, Laka mengucapkan. "Maafin mamah Laka, mamah nggak bisa berbuat apa-apa. Ini semua gara-gara gadis miskin itu!" Si jeni dengan wajah penuh dendam malah menyalahkan Shanum. "mamah mohon, kamu turuti apa kata papah yah." "Mah!" "Ini tidak selamanya sayang, kamu hanya perlu menikahinya, kamu tak perlu melakukan apapun untuk perempuan miskin itu. Setelah dia melahirkan, kontrak pernikahanmu dan dia selesai. Mamah janji." Laka tau, mamahnya takut jika sampai diceraikan oleh Surya. Jeni tak mungkin mau begitu saja, meninggalkan kehidupan mewahnya. Dan demi Mamahnya, Lakapun menyetujui. ---- Keesokan harinya, Rizky dan Laka datang ke sebuah cafe untuk bertemu dengan Shanum guna membicarakan hal ini. Rizky meminta untuk Shanum tak memberitahu orangtuanya terlebih dahulu. Rizky takut kalau Shaka sampai ikut bisa kena bogem mentah dia. Bukannya Rizky tak jago berantem, tapi dia tak tega jika harus melawan orang yang tertindas. Dan syukurnya Shanumpun menyetujui. Didalam mobil menuju cafe, Laka terus saja mengumpat. "Kurangajar emang temen Lue boy, dia yang ngerasain enak. Gue yang kudu tanggungjawab. Mukanya alim, tau-tau unboxing anak orang sampe hamil!" Rizky cuma diam mendengar Laka ngoceh. "lagian si Taka, ko bisa-bisanya si kenal sama gadis misquien itu?" Rizky tetap diam. "Emang nggak ada apa, stock bule ke ... yang dia demenin. Jadikan nggak repot!" Rizky masih tak bersuara. "Buset dah, lue jadi limbad apa gimana si boy?!" "Saya bingung mau jawab apa," "Kenapa nggak lue aja si yang nikahin tuh perempuan. Lue kan jomblo akut. Kerjanya cuma di kantor mulu, apa nggak gumoh lue boy!" Rizky menelan salifanya, "ya, pengangguran mah nggak bakal tau deh rasanya kerja lembur bagai quda, terus menghasilkan uang dari keringet sendiri." Kali ini Laka yang menelan salifanya, seperti tertonjok dengan tangan thor. Lakapun akhirnya diam, hingga akhirnya sampai di cafe. Rezky dan Laka meminum pesanan yang sudah tersedia. "buset mana ini orangnya?" dengan masih mengenakan kacamata hitamnya Laka menyapu sekeliling cafe. "gue udah janjian nih sama cewe gue. Eh btw lue mau nggak gue kenalin boy, mau yang kaya gimana ... gitar spanyol? gitar bangladesh? atau----." "Assallamuaikim, maaf saya telat," Shanum yang tiba-tiba datang, dia sudah berharap kalau Gentaka yang datang. Dia yakin kalau Taka tidak sejahat itu meninggalkannya begitu saja. Tapi yang dia lihat dihadapannya hanya dua orang asing baginya. "Lue yang dihamilin si Taka?" dengan santainya Laka mengucapkan. Shanumpun diam seakan menahan malu menengok kekanan dan kiri memastikan pelanggan lain tak mendengar. Sedangkan Rizky menyenggol kaki Laka. "Aduh, apaan si boy?" ucapnya seperti tak ada dosa. "Ka- Kamu siapa?" ucap Shanum terbata, ini kali pertama dia melihat Laka. Selama menjalin kasih dengan Taka, Shanum tak pernah menanyakan kehidupan pribadi Taka. Dengan Percaya dirinya, Laka membuka kacamatanya lalu meletakannya pada tengah-tengah kemejanya yang sedikit terbuka, "gue? gue calon suami Lue! Ganteng kan?" dia menggerakan matanya. Tentunya Shanum diam membisu tak percaya apa yang dia dengar dan lihat. Rizkypun menjelaskan pada Shanum semuanya. Tentunya Shanum tak terima. "Pernikahan itu bukan mainan! itu janji dihadapan Allah, pernikahan itu ikatan suci. Bagaimana bisa dipermainkan seperti ini!" tegas Shanum. "Udahlah nggak usah bawa-bawa nama Tuhan. Lue waktu ngelakuin w*****k ama si Taka, inget ada Tuhan nggak?" dengan entengnya Laka mengucapkannya. Tentunya itu bagaikan tamparan dahsyat untuk Shanum. Dia terdiam tak bisa menjawab ucapan Taka. "Halo sayang, my baby bala-bala. Iya ini aku ada urusan kecil. Biasalah, aku jemput kamu di apartemen yah? Love you sayang muachhh!" Laka, si playboy cap kapak barusan mengangkat telfon dari teman kencan barunya. Ya, dihadapan Shanum, wanita yang dia akan nikahi. Rizky yang melihatnyapun hanya geleng-geleng. Sedangkan Shanum, seperti tak percaya apa yang barusan didengar. Bagaimana mungkin laki-laki seperti dia akan menjadi suaminya?

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
198.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
60.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook