Pulang

1096 Words

Sesampainya di apartemen, Vano masih memperlihatkan wajah kesalnya. Karena memang dia tidak senang dengan ucapan Mark tadi. “Sayang kamu kenapa, ini minum dulu coklat panasnya,” kata Cherysha sambil memberikan segelas coklat panas kepada sang kekasih. Dengan perlahan Vano mengambil segelas coklat itu dan perlahan meneguknya. “Cher, Sayang,” kata Vano. “Iya Sayang?” jawab Cherysha dengan perlahan. “Tolong jaga jarak dari orang itu, firasatku pria itu menyukai kamu, Sayang,” kata abang Vano kepada sang kekasih. “Iya aku tidak akan pernah dekat-dekat dengan dia, kecuali di tempat kerja.” Wanita itu berkata seolah dia bisa menepati semua keinginan kekasihnya itu. “Kamu tidak akan berbohong kan sama aku?” tanya Vano kepada Cherysha. “Untuk apa aku berbohong kepadamu, Sayang. Aku sangat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD