Sebuah Kemarahan

1166 Words

Tubuhnya begitu lelah ingin sekali beristirahat setelah perjalanan jauh, tetapi kini dia tidak bisa sekedar bersantai jika melihat sang adik berulah lagi seperti ini. “Bangun Zio, bangun cepat!” Sekali lagi Geovano berteriak kepada sang adik, dia begitu kesal karena adiknya malah tidak mau berubah sikap dan sangat bebas padahal sudah berjanji tidak akan membawa wanita asing ke dalam rumah. Zio beserta gadis itu terkejut dan langsung bangun. Wanita itu langsung memunguti pakaian miliknya dan segera mengenakan pakaiannya lalu pergi dari apartemen itu tanpa basa basi sama sekali. Sedang Zio hanya tersenyum jahil seraya berkata,”Abang sudah pulang ya ternyata, ko tidak lama sih Bang?” “Kamu tidak senang ya, Abang pulang?’ Pria itu menghela napas kasarnya. Dia bingung bagaimana cara merub

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD