“Ya Tuhan bagaimana ini, kak Vano pasti akan sangat marah kepadaku, apa yang harus aku lakukan, dia akan salah faham dan cemburu kepadaku,” lirih Cherysha di dasar hatinya sambil terus berjalan meninggalkan tempat pemotretretan.
Dengan hati yang geliah Cherysha mulai menekan nomor ponsel milik sang kekasih, berniat ingin menjelaskan semuanya agar tidak terjadi salah faham yang berkelanjutan.
“Aduh kemana dia ko nomor ponselnya malah tidak aktif, jangan-jangan kak Vano benar-benar marah kepadaku, aku bagaimana ini, haruskah aku pulang ke Indonesia, hanya sekedar untuk menjelaskan semua ini?” lirih Cherysha dengan hati yang tidak tenang.
Wanita itu gelisah karena ponsel Geovano tidak aktif. Padahal Vano sekarang sedang berada di dalam pesawat menuju ke paris untuk menemui dia, sayangnya Cherysha tidak tahu tentang hal itu.
“Aku harus bagaimana?’ Wanita itu kembali beguman.
Tiba-tiba saja ponselnya berdering, dengan hati yang senang Cherysha langsung menerima panggilan telepon tersebut.
“kak Vano, kenapa kakak mematikan ponsel kakak?” kata Cherysha dengan nada yang manja.
“Sayang ini aku, Mark. Bukan Vano pria itu,” kata Mark sambil berkata dengan nada yang tinggi.
“Ayolah Mark, apa maumu, kenapa kamu membuat aku begitu kesal, please help me … aku tidak mau di ganggu dulu untuk sementara waktu, aku harap kamu mengerti,” kata Cherysha dengan mata yang berkaca-kaca.
Karena jujur saja semua yang terjadi saat ini membuat gadis itu merasa tidak tenang. Dia tidak mau Vano marah kepadanya.
Bagaimana pun Vano adalah tunangannya da Cherysha mencintai Vano. Tetapi karena kariernya begitu penting, maka dia tidak bisa dia di indonesia menemani sang kekasih, dia harus mengejar cita-citanya.
“Aku tidak mau, aku ingin kamu kembali ke lokasi shooting saat ini juga, karena aku membutuhkan kamu, aku ingi kita bercinta lagi,” pinta Mark.
“Tidak jangan ucapkan itu lagi, aku tidak mau megingat hal itu lagi,” pekik Cherysha dengan suara yang melengking.
“Jadi mau kamu itu apa? Kamu sudah medapatkan kesenangan bersamaku dan sekarang kamu bahkan mau meninggalkan aku?” kata pria itu dengan nada rendah namun penuh dengan penekanan.
“kesenangan kamu bilang, aku tidak senang sama sekali, aku hanya tersiksa mengingat semua kenangan kita yang membuat aku merasa jadi w************n, dan perlu kamu ingat Mark, bahwa apa yang kita lakukan itu adalah kesalahan terbesar aku, aku tidak sudi untuk mengulangi hal itu lagi,” tukas Cherysha dengan suara yang agak tinggi.
Cherysha memang pernah bercinta dengan Mark, tepatya satu minggu yang lalu. Waktu itu mereka dalam keadaan mabuk dan akhirnya Mark telah berhasil mengajak Cherysha main di kamar hotel sampai semalaman.
Sampai pada saat pagi tiba, betapa terkejutnya Cherysha ketika tahu bahwa dirinya sudah bercinta dengan pria lain.
Secara tidak langsung bahwa Cherysha kini sudah berselingkuh dan menghianati kepercayaan dari Geovano tunangannya. Dan itu sudah berhasil membuat Cherysha di hantui rasa bersalah.
Namun apalah dayanya, kini nasi sudah menjadi bubur dan Cherysha harus menerima semua kenyataan itu.
“Jangan sekali-kali lagi kamu berkata seperti itu kepadaku, kamu tahu kan bagaimana aku jika tersinggung,” ancam pria itu denga nada menyeramkan.
Cherysha sungguh ketakutan dengan ancaman yang di katakana Mark barusan,
“Hah … kamu megancam aku?” kata wanita itu dengan tubuh yang bergetar.
Terlihat jelas hawa ketakutan sang model internasional itu. Wajahnya pucat dan tidak bisa berkata banyak lagi.
“Jelas saja aku mengancammu, aku akan membocorkan tentang percintaan kita malam itu kepada publik, kepada netizen dan ada yang tidak kamu ketahui, bahwa memang aku telah mangantongi video kita saat kita waktu itu saling memadu kasih,” seru Mark dengam senyum kemenangan.
“Apa kamu bilang, sebuah video?’ Cherysha tak bisa melanjutkan ucapannya lagi.
Air mata sang gadis menetes tanpa bisa dia bendung lagi. Dia tidak menyangka bahwa Mark menyimpan video mereka berdua, dan itu membuat cherysha merasa hancur.
“Iya, aku memiliki video saat kita sedang memadu kasih dan juga beberapa fotomu tampa busana bersama denganku,” ucapnya sambil terekeh.
Cherysha meneteskan air matanya,” kamu memang bukan manusia Mark, tetapi kamu adalah iblis, aku tidak percaya kamu ternyata sudah menjebakku, aku benci kepadamu Mark aku benci,” tangis Cherysha dengan begitu lirih.
“Aku memang sengaja melakukan itu semua, bukan maksud aku untuk menjebakmu, Sayang, tetapi itu semua aku lakukan karena aku begitu mencintamu, aku jatuh cinta kepadamu pada pandangan pertama, saat kamu mulai datang ke Paris dan kita saat itu bekenalan. Dan saat itu juga hatiku sudah jatuh ke dalam buayan asmaramu, Cherysha.” Pria itu berkata dengan penuh keyakinan.
“Ini bukan cinta Mark, karena cinta itu tidak akan pernah menyakiti, cinta itu tulus saling berbagi rasa bahagia dan susah, tetapi kamu malah menyakiti aku.” Cherysha berkata dengan tetesan air mata yang tidak bisa dia bendung lagi.
“Cara seseorang untuk mencinta itu beda, Sayang. Dan ini adalah carakun untuk mencintai kamu, pikirkanlah betapa kamu akan hancur jika sampai aku menjual video ini pada para Wartawan, pasti dalam sekejap kita akan sangat terkenal,” kata pria itu.
“Andai saja aku bisa membunuh orang, maka orang pertama yang ingin aku bunuh adalah kamu,” pekik Cherysha dengan nada kemarahan.
“Ha ha ha … aku tidak yakin kamu akan bisa membunuh aku, Sayang, tetapi jika itu memang maumu, maka kamu datanglah kepadaku saat ini dan bunuhlah aku,” kata Mark dengan nada rendah.
“Aku benci kamu Mark, aku sangat membenci kamu,” tangis Cherysha dengan lirih.
“Sayang jangan terlalu dalam membenci seseorang, nanti bahaya. Rasa benci itu bisa berubah menjadi cinta dan juga sebaliknya, rasa cinta akan berubah menjadi benci tergantung situasi.
“Aku tidak akan pernah mencintai kamu, aku hanya akan membenci kamu, dan akan pastikan kebencianku ini akan aku simpan sampai mati,” tukas Cherysha dengan tetesan air matanya.
“Jangan terlalu yakin seperti itu, Sayang, kita lihat sebulan kemudiam, aku sangat yakin semua kebencianmu itu akan berubah menjadi cinta,” kata ptia itu dengan suara yang rendah.
“Tidak akan pernah terjadi, karena aku sudah bertunangan dan aku sangat mencintai tunanganku melebihi apa pun,” kata Cherysha dengan nada yang tinggi.
Lalu wanita itu dengan segera menutup panggilan telepon tersebut. “Bisa-bisanya ada orang seperti itu,” lirih Cherysha dengan tangisannya.
Lalu beberapa saat kemudian pria bernama Mark itu menelepon lagi dan lagi. Tetapi sama sekali tidak Cherysha terima. Karena kepedihan dalam hati Cherysha yang di berikan pria bernama mark sungguh dalam.
Terhitung ada sepuluh panggilam telepon yang masuk dari pria tersebut. Tetapi Cherysha sungguh tidak nyaman. Lalu Cherysha bergegas kembali ke kediamannya. Dia pulang dengan hati yang perih.
Wanita itu lalu mematikan sambungan telepon miliknya. Dan pulang ke apartemen miliknya. Betapa terkejutmya Cherysha tatkala melihat ada seseorang di dalam apartemen kesayangannya.
“Apa yang kamu lakukan di sini, Cla?” tanya Cherysha kepada Clarysha.
“Aku sudah libur kuliah, dan selama aku libur maka aku ingin tinggal bersama dengan Kakak,’ kata Clarysha dengan senyuman ramahnya.
“Jadi kamu libur?” lirih Cherysha.
“Benar sekali, memangnya kenapa?” Gadis itu kembali terdiam sambil menatap sang kakak.
“Kamu boleh tinggal di sini selama liburan berlangsung, tetapi kamu tidak boleh melakukan hal yang akan membuat aku malu,” kata Cherysha.
“Apaan itu, memangnya aku pembuat onar ya?” kata Clarysha dengan bibir yang masih mengembung. Dan Cherysha tersenyum melihat adinya seperti itu.