memilih pergi

1192 Words
Radit terbangun,karena ponsel miliknya terus saja berdering.tangan pria itu terus mencari benda yang di rasa sangat menggangu tidurnya. setelah menemukan benda itu, dia menekan tombol terima,tanpa melihat siapa yang menghubungi. di sebrang sana, terdengar seorang pria tertawa. segera Radit memperjelas pandangannya, melihat ke arah ponsel itu, lalu kembali mendekatkan ke telinganya. "halo dit, gimana bro, kado dari gue, sherli seksi kan?."mendengar pertanyaan itu, Radit mengepalkan tangannya, dan mematikan sambungan sepihak. Radit teringat dengan kejadian malam tadi. "aku yakin, tadi malam itu bukan Sherli." pria itu berkata pada dirinya, perlahan dia bangkit dari tempat tidur, dan mengingat keping demi kepingan pazel yang terjadi tadi malam. flashback. "ayo bro,minun,kita rayakan ulang tahun kali ini dengan bahagia.dan pastinya ada kado istimewa untuk mu nanti" ucap tedi . tedi itu adalah,teman Radit semenjak mereka masih di bangku SMP, Radit pun menurut,tanpa merasa curiga, Radit segera menenggak jus yang sudah tersedia.Radit tidak menaruh rasa curiga, karena itu hanya sebuah jus. ya, sebuah jus,tanpa dia tau ada obat di dalamnya. "kenapa bro?"tanya Bimo,dia juga salah satu teman Radit, pria itu melihat Radit memegangi kepalanya. "nggak tau nih,tiba tiba pusing" melihat Radit sudah ber reaksi, tedi mencari seorang pelayan pri, berharap bisa membantu melancarkan aksinya namun, tidak ada pelayan pria hanya ada satu pelayan yang di tugaskan di ruang itu, dan itupun seorang wanita. melihat tidak ada lagi yang bisa di mintai tolong,tedi segera menghampiri wanita itu,yang sedang berjalan menuju pintu khusus pegawai. tedi menjelaskan tugas yang harus wanita itu kerjakan. dia hanya di beri tugas untuk memapah Radit, tedi sudah menyiapkan sebuah kamar di kamar yang sudah dia siapkan, kamar itu masih di area Bar. fira, hanya mengangguk patuh, dalam hati merasa senang , gadis itu pikir dia akan mendapatkan tips, dalam jumlah besar. fira mencoba memapah Radit, tubuh pria itu tinggi besar, sedangkan fira, dia seorang gadis mungil. fira terlihat kesulitan, Bimo yang melihat itu, segera bangkit dari tempatnya duduk. Bimo adalah salah satu tamu malam itu sekaligus sahabatnya juga.namun, dia tidak setuju dengan rencana yang akan di buat oleh tedi. Gadis itu tidak mampu menahan beban tubuh Radit, yang tinggi besar. Bimo yang sudah sedari tadi tidak suka rencana itu, mencoba mengikuti permainan tedi, supaya dia bisa membaca situasi. "biar aku bantu"ucapnya. "makasih bro" balas tedi. Bimo membawa Radit ke kamar lain, bukan kamar yang sudah di siapkan oleh tedi. Bimo tidak sengaja mendengar percakapan tedi dengan seseorang, orang itu mengatakan, kalau sherli sudah siap. dia berada di kamar yang sudah di sediakan. Bimo tau betul siapa Sherli, dan apa motif wanita itu mendekati Radit. pada saat sedang bingung, Bimo mempunyai sebuah ide, pria itu lebih memilih pelayan itu, untuk melayani Radit, toh setelah selesai Radit bisa membayar pelayan itu, dan urusan selesai, itulah yang terlintas di pikiran Bimo. pria itu tidak tau, kalau itu akan menjadi bencana bagi fira. flashback off. fira kembali ke tempat dia bekerja, tepat pukul tiga pagi, gadis cantik itu mengambil tas yang selalu ia bawa ketika bekerja.setelahnya, lalu pergi ke ruangan bosnya. sebelum masuk, gadis itu harus mendapatkan izin terlebih dahulu. setelah mendapat izin masuk,dia segera masuk, tanpa berbasa-basi menjelaskan maksud nya. "kenapa kamu tiba-tiba mengundurkan diri, apa ada sesuatu yang terjadi, atau membuatmu tidak nyaman?" Rachel bertanya pada fira, wanita itu yang bertugas untuk menangani semua pekerja di tempat itu. "tidak ada". ucapnya fira lirih. "kamu tidak pandai berbohong " "bolehkah aku menyimpan semua sendiri?,tanpa harus bercerita padamu" "tentu" "terima kasih, apa boleh aku meminta satu hal?" ucapnya penuh harap. "katakan" Rachel menatap tajam mata fira. "jangan katakan apapun tentang aku, pada siapapun yang bertanya,termasuk tempat tinggal ku" "aku tidak tau, apa masalah mu fira, tapi, aku berharap,di manapun kamu berada, semua akan baik-baik saja, jaga dirimu."Rachel mengelus lengan mantan pegawai nya itu,dan memberikan amplop coklat. " ini, semoga cukup, sampai kamu dapat pekerjaan baru" fira terharu,air matanya mengalir tanpa henti. "ini terlalu banyak" "ini pantas untuk mu" mereka berpelukan tanda perpisahan, fira berkemas,dia memasukkan semua barang yang dia punya, tidak banyak, hanya beberapa lembar baju,sepatu dan perlengkapan lainnya.fira meninggalkan tempat kost, menuju terminal. fikirannya masih tentang malam tadi, seketika air matanya mengalir. setelah perjalanan yang begitu melelahkan, kini fira sudah berada di kampung halaman. di sana dia hanya tinggal bersama neneknya,yang sudah tua. kedua orang tuanya sudah lama meninggal, karena sebuah kecelakaan. setelah turun dari ojek yang membawanya dari stasiun, fira di sambut hangat, oleh wanita tua yang sudah merawatnya sedari dia kecil.pelukan yang hangat, membuat dia melupakan sejenak beban yang sedang dia pikul. "ada apa nak, apa kamu tidak betah di kota sana?" wanita itu bertanya,sambil menatap lekat wajah yang sudah dia kenali sedari kecil. dia karena tidak bisa di bohongi,dengan senyuman palsu yang sedang fira sunggingkan. belum fira menjawab pertanyaan itu,nenek mae kembali berkata. "masuk lah,kita bicara di dalam, tidak baik tetangga melihat air mata mu nanti" tanpa menjawab,fira melangkah masuk ke dalam rumah, rumah yang sudah dia tempati sejak kecil. "katakan" nenek Mae kembali meminta, agar fira bercerita apa yang sedang terjadi kepada dirinya. air mata gadis itu mengalir, seiring dengan ceritanya tanpa ada yang dia sembunyikan. "maafkan aku nek" "lupakan semua, nenek akan menjagamu" mae berkata sambil membelai rambut cucunya. "aku takut,bila nanti aku akan hamil nek?" "bukan tadi sudah ku bilang, aku akan menjaga mu, dengan atau tanpa bayi" ucapnya menenangkan hati fira. "terima kasih Nek, maaf". di tempat lain.seorang pria sedang mencari informasi, tentang wanita yang sudah dia renggut kesuciannya. wajahnya terlihat sangat kusut, dia masih sangat ingat, seperti apa wajah cantik malam itu. Radit sudah menayangkan kepada teman sesama pelayan, namun, dia di buat bingung.mereka memang mengenal,dan memberi tau nama gadis itu, namun,tidak ada satupun yang tau, di mana kini dia berada dan dari mana asalnya. "boleh saya bertemu dengan bos kalian?" tanyanya,sambil memijit pelipisnya. "silahkan, tuan ikut saya" Radit pun mengikuti salah satu pelayan pria, menuju sebuah ruangan, setelah mengetuk pintu, dan di persilahkan masuk, pemuda itu segera masuk. Radit masih menunggu di depan pintu, tak berapa lama pemuda itu kembali keluar, dan mempersilahkan Radit masuk. Rachel mempersilahkan Radit duduk, dan mempertanyakan tujuannya, yang ingin menemui dirinya. "nama saya, Raditya Dika. kedatangan saya ke tempat ini, ingin menanyakan tentang salah satu pegawai Anda nona,,,?" Radit menggantung Kalim yang ingin dia sebut, karena dia tidak tau nama wanita yang berada di depan nya itu. "Rachel. nama saya Rachel. apakah Anda pemilik,Raditya group?" "wah. apakah saya,seterkenal itu?" Radit balik bertanya, sedang Rachel dalam hati memuji,sekaligus bertanya, untuk apa seorang Raditya mencari seorang pegawai, apakah ada yang berbuat kesalahan. "ya, begitulah, pak Raditya. siapa yang tidak mengenal Anda, seorang pengusaha muda, yang begitu sukses dalam bidang nya" ucap Rachel menggebu. "Anda terlalu berlebihan, nona Rachel. oh ya, boleh saya langsung pada intinya?" tanya Radit,tanpa ingin berbasa-basi lagi, pria itu sudah tidak sabar, dia ingin mengetahui di mana gadis malang itu berada. "tentu" jawab Rachel singkat. "saya,ingin menanyakan tentang fira,salah satu pelayan di tempat ini." mendengar nama fira di sebut,Rachel menegang, dalam hati berkata. apakah ini, yang di maksud fira kemarin. lalu ada masalah apa, mantan pegawai nya itu dengan seorang Bos besar?masih banyak lagi pertanyaan dalam benak Rachel, namun ia kembali fokus,dan memasang wajah setenang mungkin. "fira, fira siapa?" Rachel mencoba memastikan. "Ana Safira" ucapnya tegas. Rachel menelan salivanya kasar, namun,sengaja ia sembunyikan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD