Tolong Jangan Hakimi

888 Words

Madu: Tolong Jangan Hakimi "Kamu nggak kerja?" Ibu mengangkat kepalanya menatap jam di dinding. "Udah jam enam, lho." "Setengah jam lagi, Bu. Nganter cucunya Bu Ishela jam tujuh, kok." Ibu mengangguk-angguk tanda mengerti. Gue berdiri di samping Ibu, membantu memotong sayuran sebelum pergi ke rumah Bu Ishela untuk mengantar sampai menemani Wangga bubaran kelas. "Aduh," keluh Ibu memegangi perutnya. Gue berhenti memotong wortel. "Kenapa, Bu?" "Perut Ibu tiba-tiba mules," gumamnya. Ibu menyerahkan spatulanya ke gue lalu mengatakan, "Kamu goreng ikannya dulu, ya. Ibu mau ke kamar mandi. Perut Ibu mules banget, nih!" "Iya, Bu." Gue mengambil alih spatula, menggeser letak berdiri lebih ke tengah agar mudah memerhatikan ikan yang sedang digoreng di dalam wajan. Suara Ibu nggak ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD