Madu Plak! Semua yang ada di sana mengarahkan pandangannya ke Bu Ishela dan Aree. Barusan aja, Bu Ishela menampar pipi putra tertuanya di depan kami semua. Gue, Pak Bastian dan Douvan cuma bisa memandangi Aree kebingungan. Antara kasian, tapi nyatanya cowok itu memang salah. Gue kira, Aree masih punya otak untuk nggak mencekoki anaknya sendiri dengan miras. Entah berapa kali Wangga meneguk minuman haram itu. Aree tertawa, Aree bertepuk tangan seolah puas merusak anaknya sendiri. "Aku mabuk, Ma! Kenapa semua kesalahannya dilimpahkan ke aku?" Aree menjerit dengan berani. Menunjuk-nunjuk dirinya balas marah kepada mamanya. "Kamu dalam keadaan sadar aja nggak ada otak. Gimana waktu kamu mabuk?" maki Bu Ishela. "Papa kamu, dulunya juga sama bandelnya, Ar! Tapi nggak pernah sekali pun

