11. Jago Berbohong

614 Words
Sudah lama rasanya Ivan tidak masuk ke area kampus. Kehidupan sebagai seorang dokter membuatnya terjebak di rumah sakit dan menghabiskan separuh waktunya dalam sehari di sana. Selain itu karena dia tidak bisa mengabaikan putrinya dengan menambah kegiatan lain. Namun kerinduannya pada mendiang istrinya membuat Ivan lupa pada janjinya sendiri. Kini Ivan menyusuri lorong yang ramai akan mahasiswa. Karena paras tampan dan tubuh tegap miliknya yang terawat membuat Ivan menjadi pusat perhatian tanpa dia sadari. Dia cuma terus berjalan menuju tempat kantor administrasi berada. Sampai di sana, Ivan justru terkejut karena melihat reaksi orang-orang saat melihatnya. Dia masih tidak menyadari pesonanya yang tumpah-tumpah saat ini. Beberapa staf wanita sampai lupa mengerjakan pekerjaan mereka karena sibuk memperhatikan kehadiran Ivan. "Permisi, saya Ivan. Dokter ortopedi yang menghubungi karena bersedia menjadi dosen tamu," tutur Ivan menyapa seorang karyawan yang duduk paling dekat dengan pintu kantor admin. Dia berdiri gugup dengan tubuh tegapnya dibalut oleh setelan jas warna abu tua dengan kemeja hitam sebagai dalaman. Pesonanya awur awuran karena ini. "Oh, Dokter Ivan. Silakan masuk, Dok," kata seorang staf yang sadar akan kedatangan dokter spesialis yang akan menambah jajaran dosen tamu dengan prestasi dan pengalaman luar biasa. Ivan digiring menuju ruangan profesor yang menjadi penanggung jawab jurusan di S2 tempat Ivan akan menjadi pengajar. Dia bertemh seorang yang dulu juga pernah menjadi mentornya sehingga kegugupannya sirna dan bisa berada di kampus lebih nyaman. "Kamu yakin akan mengajar di sini? Bukannya kamu menolak waktu itu karena ingin fokus pada putri kecilmu?" tanya profesor tersebut. "Mm …. Ada hal yang mendorong saya untuk membagikan ilmu, jadi akhirnya memutuskan ini, prof," jawab Ivan. Dia tidak bisa mengungkapkan alasannya yang sebenarnya. Tidak mungkin mengatakan jika karena Ivan sedang memantau seorang mahasiswa yang menjadi penerima donor mata istrinya. Ivan mengakui dia salah karena melanggat janji untuk tidak mengungkapkan dirinya di depan Nirmala. Tapi sekali lagi ini soal Rindu yang tidak bisa Ivan abaikan lagi. Dia ingin terus melihat mata istrinya yang ada pada Nirmala. Jadi usai dia selesai mengurus administrasi, Ivan sengaja berjalan-jalan menuju gedung fakultas tempat Nirmala belajar. Dia melangkah ragu tapi juga tidak sabar untuk melihat cewek itu demi bisa menyaksikan mata sang istri. Tapi di fakultas ini ada lebih banyak mahasiswa yang berlalu lalang. Mereka menatap Ivan dengan penuh tanya karena terlihat seperti orang baru dan tidak pernah tampak di lingkungan kampus. Kebanyakan juga tampilan dosen seni itu tidak seperti Ivan, mereka berjiwa bebas jadi jarang menggunakan jas seperti Ivan saat ini. "Ganteng banget bok." "Dosen baru di fakultas kita apa bukan nih?" Pertanyaan itu terdengar oleh telinga Ivan, dia telah terbiasa mendengar kalau dia tampan di rumah sakit. Menjadi salah satu dokter yang kerap menerima pernyataan cinta dari pasien juga, tapi berbeda rasanya karena ini ada di lingkungan berbeda juga. Rasanya agak geli tapi Ivan berusaha mengabaikan saja. Dia lantas kembali mencari keberadaan Nirmala yang pasti sudah masuk kuliah karena ini yang dia dengar kemarin. Sampai kemudian dia akhirnya melihat sosok yang dicarinya itu tengah berjalan berlawanan arah dengan seseorang yang ada di sebelah Nirmala. "Dokter Ivan?" Ternyata Nirmala juga melihatnya dan malah langsung menyapa. Tidak lama kemudian juga mendekat ke arahnya, membuat Ivan justru gugup. "Dokter kenapa ada di kampus saya?" tanya Nirmala, sudah merasa geer saja kalau-kalau Ivan datang ingin menemui dirinya. "Saya mendapatkan undangan untuk menjadi dosen tamu di sini untuk ortopedi," jawab Ivan. Meski kecewa, Nirmala harus sadar karena mana mungkin Ivan datang menemui dirinya. Memang siapa pula Nirmala bagi Ivan? "Ooh begitu … tapi fakultas kedokteran ada di arah berlawanan, Dok," kata Nirmala sembari menunjukkan gedung fakultas kedokteran berada. Ivan langsung merasa gugup kembali. "Urusan saya sudah selesai, saya mau ke tempat parkir mobil tapi kayaknha nyasar," katanya berbohong. Wah kini Ivan makin jago berbohong.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD