Rasanya memang tidak karuan. Bingung bagaimana menyikapinya. Namun yang jelas perasaan bersalah mendominasinya. Dia tahu bahwa apa yang telah dilakukan itu salah, dia juga tahu bagaimana menebus kesalahannya, namun apakah dia sanggup menghilangkan rasa salahnya sekalipun sudah ditebus sebagaimana mestinya? Beberapa saat kemudian Genta sampai di rumah. Pikirannya masih saja kacau. Kejadian semalam terngiang jelas. Dia berusaha seolah tidak terjadi apa-apa supaya tidak menimbulkan kecurigaan orang rumahnya. Dia berusaha keras meskipun ini sangatlah sulit. Dia kemudian segera turun. Wajahnya nampak malas saat melihat Kale berada di depan pintu utama yang nantinya akan dilewati Genra. Genta ingin sekali masuk melalui pintu lain, tapi itu hanya akan membuang tenaga dan waktu saja karena jarak

