Ada yang lain hari ini. Entah kenapa jantung Genta berdebar cepat saat menatap pintu ruang kerjanya. Dia gugup tak tertolong hendak membukanya. Sebenarnya kegugupannya sudah cukup lama, sejak melakukan hal memalukan sekaligus hal yang tidak semestinya dilakukan bersama Gempita dulu sampai saat ini tidak kunjung hilang juga. Bahkan aktivitasnya jadi sangat terganggu, dia sulit sekali untuk fokus seperti biasanya. Lelaki itu menatap pintu ruang kerjanya sangat lama, belum juga berkenan untuk membukanya. Namun sejurus kemudian dia menepis rasa gugupnya dan membuka pintu tersebut. Bagaimanapun juga dia harus menghadapi kenyataan. Dia harus berusaha menghilangkan kegugupannya. Dia juga harus bisa kembali seperti sedia kala. Dia gugup karena terus terngiang kejadian yang harusnya tidak dilakuk

