Pudding Mangga

2070 Words

"Genta, Kale, sarapan dulu!" seru perempuan yang sedang menghidangkan makanan di atas meja makan. Dia melihat anak-anaknya tidak langsung menuju ke meja makan, melainkan ke depan dan hendak ke garasi bersiap untuk berangkat bekerja. "Sedang tidak nafsu untuk sarapan, Mah," jawab Kale. Dia melenggang begitu saja tanpa memedulikan Mamanya lagi. Itu dikarenakan dia melihat Genta yang masih membuatnya kesal. "Maaf, Mah, Genta nanti sarapan di kantor saja." Kali ini Genta yang menyahuti. Dia hampir melupakan sesuatu– berpamitan dengan orang tuanya sebelum bekerja. Genta pun kembali menghampiri Mamanya yang terlihat sedih karena anak-anaknya sempat mengabaikannya. Dia jadi merasa bersalah karena tadi sempat melupakannya. Nampaknya Genta dan Kale masih saling kesal. Mereka jadi enggan untuk s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD