“Apa anda mendengar sesuatu dari istri saya?” tanya Frans menghentikan langkah Martin. Martin menoleh ke arah Frans, “Apa itu ada hubungannya denganmu? Harusnya sekarang sudah tidak ada hubungannya, kan?” ucapnya. Detik kemudian Martin pun melangkah kembali menuju pintu keluar. “Aku permisi.” “Drtt.. drtt..” suara getar ponsel Martin berbunyi. Martin pun mengangkat panggilan itu, sambil membuka pintu ruang Frans. “Ya, Selly.” Frans yang mendengar terlihat terdiam, “Apa mungkin orang yang punya janji dengannya adalah Selly?” pikir Frans yang sekilas mengingat perkataan Martin tadi. “Kalau bercerai, aku tidak bisa terlibat dalam urusan mereka,” batin Frans yang kesal dan tidak terima. “Perceraian ini aku lakukan demi Selly, tapi kalau ada pria lain. Aku jadi cemas, haruskah aku coba m

