Tiga puluh tujuh

1518 Words

"Hujannya awet banget ya?" Deanova melirik ke arah jendela mobilnya, jendela itu basah karena terkena percikan air hujan yang masih tidak berhenti. Tadinya Deanova ingin menunggu sampai hujan reda demi membuat Ana aman. Namun hampir satu jam mereka menunggu sedangkan hari sudah mulai sore, namun hujan itu masih belum berhenti. Lalu Ana menyarankan agar mereka pulang saja. Dengan berbekal earphones miliknya dan juga hodie milik Deanova, gadis itu digandeng oleh Deanova hingga sampai ke tempat dimana mobil Deanova terparkir. "Iya. Enggak nyangka juga kalau hujannya bakalan sampai sore begini, kalau tahu begitu aku mending enggak usah masuk kuliah." Deanova langsung menoleh pada gadis itu, "Biasanya begitu? Lo biasanya enggak berangkat kuliah kalau hujan begini?" "Emmm.." Ana berpikir s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD