"Ini kenapa? Ada apa? Kalian berisik di depan rumah, gimana kalau tetangga pada datang karena dengar?" Deanova mendesah berat. Entah kenapa masalah selalu saja datang setiap kali dia sedang bersama dengan Adeline. Bahkan sekarang gadis itu masih asyik menangis, tanpa malu di depan Mama Deanova. "Ma, tadi itu dia--" "Saya tahu," potong Adeline. Deanova menoleh, menjadi waspada saat melihat Adeline yang masih terisak justru angkat bicara. "Saya tahu kalau saya udah salah dnegab mengkhianati Dean. Walaupun saya sudah kasih penjelasan tapi kesalahan saya tetap enggak bisa dimaafkan. Tapi, saya cuma pengen tetap berteman sama Dean, saya cuma mau tetap jadi temannya seperti dulu. Saya enggak berharap Dean akan suka lagi sama saya, tapi Dean selalu saja jahat. Dean sengaja menjauhi saya di k

