Tiga puluh sembilan

1518 Words

"Ngapain?" Ana menoleh, "Hah?"  "Kamu lagi ngapain?" tanya ulang Nadia. "Oh." Ana menunduk, mengangsurkan kotak bekal yang ada di hadapannya pada Nadia. "Lagi sarapan." Nadia ikut menunduk, menaikan sebelah alisnya kemudian. "Seriusan? Sama nugget doang? Bahkan enggak ada kentangnya loh ini." Ana menyengir, kembali mengubah nugget miliknya. "Aku enggak biasa sarapan banyak. Ini cukup kok sampai dua atau tiga jam ke depan. Kamu sendiri udah makan?"  Nadia lalu ikut duduk bersama dengannya. "Gue belum. Tadinya mau ke kantin, tapi nanti aja lah. Malas," balasnya. Mereka duduk berdampingan, namun hingga beberapa saat kemudian tidak ada obrolan yang terjadi lagi pada mereka.  Ana menghabiskan lebih dulu makanan miliknya, sedangkan Nadia hanya duduk diam tanpa melakukan apapun. Ketika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD