Tiga puluh empat

1554 Words

Tercenung, Ana akhirnya malah menghabiskan waktu satu jam miliknya di taman kampus, sendirian dan tanpa melakukan apapun. Masih jelas di benaknya percakapan, atau lebih pantas disebut sebagai perdebatan dirinya dengan Aurel sesaat tadi. "Kenapa? Kenapa lo enggak bisa buat jauhin dia?" tanya gadis itu usai mendengar Ana yang menolak untuk menjauh dari Deanova. Ana hanya tersenyum kecil sambil menggeleng. "Aku punya alasan sendiri," balasnya. Tapi kemudian Aurel malah mendengus malas. "Bilang aja kalau lo juga suka sama dia kan? Apalagi dia sampai udah ngantar jemput lo!" Menunduk sejenak, Ana kemudian mengangguk. "Iya, aku memang suka sama dia. Dan jauh lebih lama daripada kamu. Walaupun begitu, aku punya alasan lain kenapa aku enggak bisa jauhin dia. Jadi aku enggak akan ganggu kam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD