Apa yang bisa aku lakukan untuk situasi ini? Tidak ada! ** “Seharusnya kau lebih memikirkan tentang ini! Cukup menikahi dia secara siri saja sekarang, di mana pikiranmu saat ingin meresmikan pernikahan kalian? Kau sudah punya apa untuk menafkahi anak orang!” cecar Mas Aksa saat aku meminta izin padanya. Aku sengaja mendatangi kakakku di kantornya, lalu kuceritakan situasi yang sedang kuhadapi dan permintaan Ustaz Firman yang terlanjur memergoki hubunganku dengan Shanum. Akan tetapi, dia tak menyetujui usulanku. “Apa yang membuatmu berpikiran seperti itu? Kau ... jatuh hati pada anak nelayan tersebut?” Mas Aksa menatapku tajam dari balik mejanya. Tak bisa aku menjawab. Pasalnya, yang Mas Aksa tahu, saat aku menikahi Shanum, aku sama sekali tak menyukai perempuan itu. “Kembalilah!

