56. Dia Menyusun Rencana untuk Bersamaku

1401 Words

Beberapa hari berlalu semenjak insiden ketahuan Ustaz Firman di pusat perbelanjaan waktu itu. Aku dan Rasya tak pernah menyapa satu sama lain jika di kampus kami bertemu. Hanya melalui ponsel dia berani menghubungiku. Kadang berkirim pesan. Kadang juga melakukan panggilan. Hari ini dia dan aku memutuskan untuk diam-diam bertemu. Selain studio milik Rasya, tak ada lagi tempat yang aman untuk dia dan aku. “Apa yang diucapkan Ustaz Firman setelah kamu pulang dari pesantren?” tanyaku setelah beberapa menit kami saling berdiam diri. Rasya yang duduk di samping menyandarkan kepala di bahuku. Kudengar embus napasnya yang cukup keras, dia tak menjawab. Suara cecak yang berbunyi ‘cek cek cek cek’ memecah keheningan kami. Tapi di sini, Rasya masih belum mengeluarkan suara sama sekali.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD