“Bel!” Isabella menoleh ke belakang. Ia baru saja mencuci tangannya. Dilihatnya senyum ceria dari Clara sahabatnya. “Clara? Kamu disini?” Clara mengangguk tertawa riang. Ia menggenggam tangan sahabatnya. “Mana Kak Max, dia tidak pulang semalam. Mamah mencarinya,” “Kak Max baru saja pergi. Dia … dia mengajakku sarapan bersama,” ucap Isabella malu-malu. “Asyik!” Isabella menepuk pundak Clara, lalu Clara bertanya dimana kamar Ayahnya berada. “Ayah sedang diperiksa, kita masuk nanti saja, itu ruangannya,” “Aku nggak tahu kalau Ayahmu sudah dua hari dirawat, Kak Max tidak cerita apa-apa, dia sekarang tertutup bahkan jarang pulang,” “Dan mamahmu marah, ya kan?” Clara tersenyum, “Mamah memang kerjaannya marah-marah. Oh ya, aku bawakan kue untukmu dan untuk Pak Wasesa.” “Terima kasih, C

