Pertemuan dengan Hazel

431 Words
Hari ini Aelina memiliki janji dengan Hazel. Untuk pertama kalinya gadis itu bertemu orang baru. Karena biasanya Aelina kurang suka bertemu secara langsung dan lebih suka melakukan pekerjaan dan komunikasi lewat email atau chat. Awalnya Aelina ingin menolak pertemuan tersebut. Namun dikarenakan Hazel memiliki alasan yang cukup kuat, Aelina terpaksa menemui Hazel. Mereka janjian disebuah alun-alun kota dan kebetulan alun-alun tersebut sedang ada festival. Hazel menunggu di pintu masuk festival . Penampilannya cukup membuat beberapa gadis disekitarnya menatap Hazel terpana . Menggunakan kaos putih dilapisi jaket bomber berwarna nabi celana jeans serta sepatu kasual yang nampak senada . Rambutnya ditata acak menambah kesan nakal. Warna rambutnya agak sedikit gelap dari yang terakhir Aelina lihat. Begitu sampai Aelina terdiam, Hazel tampak sempurna dimatanya. Aelina menunduk melihat dirinya sendiri. Memakai jaket kebesaran, celana joget dan rambutnya diikat asal. Jalan berdua dengan Hazel hanya membuat Aelina nampak seperti asisten Hazel. Hazel melihat kearah Aelina dan tersenyum cerah. Astaga wajahnya bersinar sekali seperti sinar matahari dunia teletabis . "Linaaa!!" Suara Hazel yang begitu kencang menarik perhatian orang-orang dan melirik ke Hazel dan Aelina secara bergantian. Aelina langsung menggunakan kupluk jaketnya dan berusaha menyembunyikan wajahnya. Kenapa harus teriak sih ?! Jerit Aelina. Hazel berlari menghampiri Aelina. "Ha...halo, maaf aku terlambat" "Tenang aja aku jg ga lama nunggu mungkin sekitar 5-10 menit" "Uhm..." "Kenapa ?" "Anu, kenapa ga ketemuan ditempat lain aja ? Disini terlalu ramai" "uhm..tidak ada apa-apa sih aku hanya ingin bermain terlebih dahulu disini baru kemudian kita membahas pekerjaan" Aelina agak sedikit heran dengan pernyataan Hazel . Memang umurnya dia berapa ? Ya Tuhan tak bisakah langsung bahas pekerjaan saja ? "Kau tidak ingin menemaniku ? aku benar-benar ingin bermain sebentar. Sudah lama juga aku tidak bermain di festival seperti ini. Pekerjaan membuat stress di kepalaku menumpuk hebat dan aku butuh penyegaran" sahut Hazel dengan wajah memelas seperti anak anjing yang meminta dipungut . Aelina tidak sanggup menatap wajahnya Hazel yang terkesan menggemaskan. Setelah menghirup nafas yang panjang akhirnya Aelina menyanggupi permintaan Hazel. "Baiklah tapi kau harus janji tidak akan berlama-lama disini" Dengan seringainya Hazel menarik tangan Aelina secara tiba-tiba. "Tergantung" Hazel menarik Aelina memasuki festival. "Pokoknya aku ingin main sampai puas" "Eh ?! kerjaannya gimana?" Hazel menulikan telinganya dan membawa Aelina masuk kedalam festival. Selama festival Hazel tidak pernah melepaskan tangannya dari Aelina. Karena merasa gugup Aelina berulang kali berusaha melepaskan tangannya. Tetapi Hazel selalu saja meraih tangannya dan digenggam kembali. Aelina semakin sesak, jantungnya semakin berdetak kencang. Penyakitnya kumat. Aelina berulang kali berusaha untuk bisa menetralkan diri sendiri. Tak lama kemudian pandangannya kabur dan mulai terjatuh. Sayup-sayup dia mendengar Hazel memanggil namanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD