Setelah berlari dan memeluk Dhama sambil tersenyum lebar, Alina melepaskan pelukannya lalu menyodorkan sesuatu pada Dhama. "Apa ini Lin?" Tanya Dhama heran setelah menerima sehelai kertas dari Alina, Dengan raut wajah bahagia dan juga malu Alina menjawab pertanyaan Dhama. "Aku sejak pagi membuat itu untuk kamu. Aku enggak yakin kamu bakalan suka sih, tapi aku buat itu benar-benar jujur dari dalam lubuk hati aku yang paling dalam." Ungkap Alina dengan sepenuh hatinya, berharap orang yang dia beri ungkapan isi hatinya itu dapat menyukainya. Mendengar apa yang dikatakan Alina, Bi Marni dan juga Dhama merasa senang sekaligus tenang. Itu berarti Alina sekarang sudah baik-baik saja, Bi Marni pun langsung berjalan ke arah Alina lalu memeluknya. "Kamu tuh ya, buat Bibi khawatir saja. Bibi kira k

