Alina meringis karena jambakkan di rambutnya yang begitu kuat, dia sedikit menjerit karenanya. "Yulisa lepas!!" Teriak Alina kesakitan, namun sepertinya Yulisa tidak peduli dengan rasa sakit yang Alina rasakan. Yulisa malah menarik rambut Alina lebih keras dari sebelumnya, seakan menumpahkan segala kekesalan nya pada mantan sahabatnya itu. "Lepas?! lepas!! Enak aja lu bilang lepas!! Setelah semua yang udah lo lakuin ke gue, terus sekarang lo malah nyalahin diri gue sendiri. Ini tuh cuma pelajaran kecil buat lo anjing!! Jadi terima aja!!" Teriak Yulisa balik, dia sama sekali tidak merasa kasihan terhadap Alina. Menurutnya justru Alina pantas mendapatkan semua perlakuan ini, Alina saja bahkan tidak mengerti dengan penderitaan yang Yulisa rasakan. Setelah melihat Yulisa meluapkan emosinya,

