Nabila terdiam. Perhatian kecil seperti itu selalu berhasil membuat jantungnya berdisko. Tapi di sisi lain, rasa penasaran itu mulai memuncak. Nabila adalah tipe wanita yang butuh kepastian, sedangkan Alvian adalah teka-teki yang sulit dipecahkan. "Mas..." panggil Nabila pelan saat mobil berhenti di depan rumahnya. "Ya?" Alvian memutar tubuhnya, menatap Nabila dengan pandangan yang dalam, tenang, dan sangat protektif. "Mas Alvian itu... emang baik ke semua rekan sejawat ya? Maksudku, perhatian Mas ke aku itu... bagian dari prosedur rumah sakit atau gimana?" Nabila mencoba bertanya dengan nada bercanda, meski hatinya berdebar hebat. Alvian tertegun. Ia memandang Nabila cukup lama, seolah sedang menimbang-nimbang kata yang tepat. Tangannya terulur, jemarinya mengusap kening Nabila dengan

