Hidup Kedua Valeri ; Strategi Kotor Dahlia

1092 Words

Ronny duduk gelisah di ruang kerja rumah peninggalan Valeri. Matanya sayu, wajahnya pucat, rambut acak-acakan. Kertas-kertas laporan keuangan berserakan di meja. Angka-angka merah memenuhi lembaran itu, tanda kebangkrutan makin dekat. “Perusahaan ini bisa runtuh kapan saja kalau kita nggak segera cairkan aset Valeri,” gumam Ronny sambil memijat keningnya. Dahlia yang sedari tadi bersandar di kursi empuk dengan gaun satin tipis, mendengus keras. “Makanya, kita harus cari jalan cepat. Semua orang menunggu gaji, Ronny. Kalau telat sebulan lagi, karyawan bisa demo besar-besaran.” “Aku sudah coba bicara ke pengacara, tapi dia selalu nolak.” Ronny memukul meja, frustasi. “Om Alvon itu keras kepala. Dia tetap ngotot, kalau mayat Valeri nggak ditemukan, ahli warisnya dianggap gugur. Semua aset

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD