Hidup Kedua Valeri : Siang memanas

1004 Words

Makan malam itu berlangsung dalam suasana hangat. Cintia tampak sangat menikmati perannya sebagai istri yang pandai memasak. Ia berceloteh ringan, bercerita tentang bagaimana ia hampir menumpahkan minyak saat menggoreng ikan, dan bagaimana ia hampir menangis karena kepedasan waktu mencicipi sambal. Sam hanya mengangguk dan tersenyum, namun pikirannya sibuk bekerja. Ia memperhatikan setiap gerak-gerik istrinya—cara ia menaruh nasi, cara ia menata lauk, bahkan cara ia menyeka keringat kecil di dahinya. Semuanya terasa… asing. Di sela obrolan, Sam tiba-tiba bertanya, “Cin, kenapa kau tiba-tiba rajin memasak? Biasanya kau malas sekali masuk dapur.” Pertanyaan itu membuat Valeri tercekat sesaat, tapi ia cepat menguasai diri. “Aku hanya merasa… ingin berubah. Aku ingin jadi istri yang lebih b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD