"Apa apaan ini! Kenapa laporan marketing kalian semakin jelek?" Sebuah map warna merah di banting kasar di atas meja kerja Calvin. "Mana hasil kuliah kalian di Inggris? Apa kalian kira menguliahkan kalian di universitas terbaik di sana pakai daun, hah?" Mata Calvin berkilat penuh amarah. Menatap emosi, sepuluh tubuh yang berdiri menunduk. Sepuluh pegawai yang dia boyong langsung dari Amerika. "Ma - maaf pak Calvin. Sebelumnya anda tahu sendiri kan? Kami selalu berhasil membuat produk perusahaan kita menjadi produk nomer satu, dan selalu di perhitungkan di pasaran. Jadi jangan meng …," Brak …. Suara gebrakan keras di meja membungkam mulut pria berwajah bule yang protes. Pria itu pun sudah fasih berbahasa Indonesia seperti Calvin setelah 2 tahun tinggal di Indonesia. "Kau berani protes?

