"Bos! Tumben masih santai?" Bisik Adi, sang asisten Calvin. Membungkuk sejenak di belakang Calvin. Matanya memperhatikan jam dinding, yang menunjukkan angka enam pagi. Di ujung sofa, empat bodyguard Calvin, memakai setelan jas hitam, sedang berdiri siaga, siap mengawal Calvin bekerja. "Hari ini, aku tidak ingin berangkat terburu-buru. Tubuhku belum benar-benar pulih. Kalian pergi saja dulu, terserah mau kemana, ke dapur juga nggak pa pa. Daripada nggak ngapa-ngapain," ucap Calvin sambil membaca koran. "Oh, anda hari ini santai? Kalau begitu saya ke dapur dulu, mau buat kopi. Anda mau dibuatkan sesuatu?" Ucap Adi. "Nggak usah, Malik sudah membuatkan aku Kopi" Calvin masih tidak mengalihkan pandangan matanya dari koran bisnis di tangannya. Di depannya terhidang secangkir kopi hitam di at

