Shera Fuji Lesmana "Awww, pelan-pelan dong, Sher!" perintah Axel untuk ke sekian kalinya. Pria itu meringis, lalu menjauhkan wajahnya dari ku. Hey, ada dengan sang pahlawan yang tadi sempat dipukuli dan memukuli itu. Bukankah Axel begitu hebat tadi. Aku dan Adrian saja sampai terbengong-bengong tadi. "Ihhh bawel banget sih. Bukannya kamu jadi jagoan tadi. Kok sekarang cuma di pegang-pegang protes terus?" ejekku sembari memutar bola mata. "Masalahnya, tadi itu nggak seperih ini, Sher," jawab Axel sambil memegangi pipinya yang lebam. Tadi dalam perjalanan, luka-luka serta bekas pukulan yang lebam memang tidak terlalu nampak. Tapi sekarang, semuanya begitu jelas, memerah, membiru dan jika ku sentuh lagi ... "Arrkkhh! sakit ihhh. Udah ah. Jangan di obatin lagi!" teriak Axel lagi. Aku

