Bab 137. Adrian 35

1106 Words

Adrian Maulana Pak Harto masih saja diam. Mungkin beliau menunggu rangkaian kalimat lain yang akan keluar lagi dari mulutku. Tapi tidak! Tidak ada hal lain lagi yang harus ku katakan. Satu-satunya yang harus Pak Harto ketahui perihal aku dan anaknya adalah, aku mencintainya. Dan aku hampir tidak bisa hidup tanpanya. Ya, hanya hampir. Aku bukan penganut ilmu para lelaki penuh cinta yang akan mati tanpa pasangan. Tapi, yang jelas aku sangat menderita dengan keadaan ini. Kehilangan Shera mungkin tidak membuatku mati. Tapi kehilangan Shera sama hal-nya dengan aku kehilangan separuh napas. Aku akan tetap hidup, tapi kekurangan sesuatu. Sudah beberapa menit berlalu, dan Bapaknya Shera masih tak juga mengeluarkan sepatah katapun. Hal itu membuatku terpancing untuk kembali bersuara. "Bapak, n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD