Bab 138. Adrian 36

1160 Words

Adrian Maulana Aku pulang ke rumah dengan perasaan yang hampa. Tadi selesai bicara dengan Bapaknya Shera, aku langsung saja pergi. Bahkan saat melewati pintu keluar dan berpapasan dengan Shera juga Axel, tak ada sepatah kata pun yang bisa keluar dari bibir ini. Aku tersenyum sekilas kemudian pergi begitu saja. Tanpa sepeda motor yang menjadi sahabat karib, aku menapaki jalan setapak menuju rumahku. Karena sudah malam, jarang sekali ada orang yang lewat. Rasanya benar-benar sendirian. Andai saja ada Tio dan Ricky di sini, mungkin keadaan tidak akan terlalu sepi. Dari yang ku dengar, Axel dan Shera akan kembali ke Jakarta besok. Sedangkan aku sendiri? entahlah. Menghadapi kenyataan ini, sepertinya membutuhkan waktu. Mereka akan semakin bebas menebar kemesraan di Jakarta nanti tanpa penga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD