Bab 92. Shera 54

1645 Words

Shera Fuji Lesmana Shera "Hatcih ... Hatcih ... Hatcih." Aku mengusap hidungku yang gatal sejak bangun tidur tadi pagi. Virus flu dan batuk sedang mulai populer akhir-akhir ini. Bukan hanya aku, banyak dari kawan-kawanku yang lain juga harus sedia tisue sebelum hujan hari ini. Hujan dari hidung pastinya. Aku sedang berada di kelas bersama dengan mahasiswi dan mahasiswa lainnya. Skripsiku tinggal 10 persen lagi akan rampung. Setelah selesai, dan di acc oleh dosen. Aku hanya tinggal mempersiapkan sidang. Kelas yang awalnya ku jalani 6hari dalam seminggu, sekarang juga semakin dipercepat menjadi hanya 3kali pertemuan saja dalam seminggu. Jika mengikuti naluri, aku sangat ingin segera menyelesaikan studyku, dan mendapatkan gelar sarjana, lalu mencari pekerjaan terbaik. Ahh, itu pasti aka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD