Charlie berada di rumah sakit, menunggu anak buahnya datang untuk memberikan laporan siapa sebenarnya wanita yang telah menjebak dirinya. Jika bukan wanita itu yang melakukannya, itu berarti ada pelaku lain.
Asisten yang selama ini dia percaya memang sedang cuti karena sakit. Dia mengandalkan anak buah yang lain. Dia tidak menduga jika kelalaian itu justru terjadi.
Dia telah meminta anak buahnya untuk mencari orang yang telah menjebaknya tapi mereka tidak kembali sampai dia selesai melewatkan malam dengan wanita itu. Sepertinya dia harus memberi hukuman pada mereka.
Anak buah yang dia tunggu akhirnya datang. Anak buahnya menghampiri lalu jatuh berlutut tidak jauh darinya. Sepertinya dia mengetahui kesalahannya dan dia tahu hukuman apa yang akan dia dapatkan atas kelalaiannya.
“Apa kau menemukan pelaku yang telah menjebakku?”
“Sir, wanita yang telah menghabiskan malam denganmu itulah pelakunya,” Dia terpaksa menuduh Zoey untuk menghindari hukuman.
“Jadi benar wanita itu adalah pelakunya?” Charlie berpaling dan memandangi anak buahnya.
“Aku sudah memeriksanya, Sir. Wanita itu, Zoey Madison. Dia baru saja menikah tapi dia sudah dikhianati oleh suaminya. Oleh karena itu dia menjebak dirimu supaya kau melewatkan malam bersama dengannya," Dia tidak berani melihat agar kebohongannya tidak ketahuan.
Rupanya dugaannya benar, wanita itu menjebaknya supaya dia bertanggung jawab dan wanita itu pun ingin memanfaatkan dirinya untuk membalas pengkhianatan yang dilakukan oleh suaminya.
Sungguh wanita yang begitu licik. Wanita itu menjebak dirinya hanya untuk ambisinya. Jika begitu dia tidak akan ragu sama sekali untuk menghancurkan dirinya.
“Pergi, kali ini jangan membuat kesalahan. Persulit hidupnya dan jika bisa buat permasalahan yang sedang terjadi di antara dirinya dengan suaminya semakin rumit karena aku ingin dia datang padaku lalu memohon padaku. Aku menginginkan wanita itu, jadi bawa dia padaku!” Yang dia inginkan sudah pasti ginjal Zoey.
“Baik, Sir.”
“Jika sampai kau gagal dan membuat kesalahan maka aku tidak akan mengampunimu untuk yang kedua kali!”
“Baik, Sir,” anak buahnya pamit pergi. Dia sangat lega karena tidak mendapatkan hukuman atas kelalaian yang dia lakukan.
Dia benar-benar memanfaatkan Zoey untuk menutupi kesalahannya. Lagi pula, wanita itu hanya wanita asing dan apa yang terjadi dengannya tidaklah penting sama sekali.
Clive masih berdiri di depan jendela setelah kepergian anak buahnya. Dia termenung cukup lama dan setelah itu dia menghampiri seorang wanita cantik yang sedang terbaring di atas ranjang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Wanita itu adalah Angela Bates dan Angela adalah satu-satunya wanita yang begitu dia cintai tapi karena sebuah kecelakaan hebat membuat Angela terbaring koma selama 4 tahun lamanya.
Angela juga mengidap gagal ginjal, dia harus segera dioperasi tapi karena keadaannya itu, operasi pencangkokan ginjal tidak bisa dilakukan.
Dia akan menunggu Zoey datang padanya dan menerima tawaran yang dia berikan. Dia pasti akan mempersulit hidup wanita itu sehingga dia tidak memiliki pilihan untuk meminta bantuannya dan menyerahkan ginjal yang dia inginkan.
Jika dia telah mendapatkan pendonor hidup yang masih dalam keadaan sehat maka operasi pencangkokan ginjal bisa langsung dilakukan setelah Angela sadar dari komanya.
Dia akan mencampakkan Zoey setelah apa yang dia inginkan telah dia dapatkan. Lagi pula wanita itu yang terlebih dahulu bermain api dan menjebak dirinya jadi dia melakukan apa yang wanita itu inginkan.
Tangan Angela digenggam. Dialah yang bersalah sehingga membuat kekasihnya mengalami kecelakaan. Seharusnya dia menuruti keinginan Angela, mungkin dengan demikian Angela tidak akan pergi dalam keadaan marah padanya.
Dia sangat menyesali apa yang telah dia lakukan oleh karena itu dia akan menebusnya. Dia akan melakukan segala upaya supaya Angela segera sadar dan supaya penyakitnya bisa segera disembuhkan.
“Angela, aku telah menemukan pendonor ginjal untukmu jadi segeralah sadar. Aku yang bersalah jadi jangan tidur terlalu lama seperti ini seolah-olah kau tidak mau lagi bersama denganku,” tangan kekasihnya kembali diganggam dengan erat.
“Aku berjanji akan memperbaiki semuanya, jadi segeralah sadar,” entah sudah berapa kali dia meminta hal itu tapi tidak ada reaksi sampai sekarang.
Angela seperti tertidur pulas dan keadaannya itu benar-benar membuatnya sedih. Amarah justru menguasai hati mengingat apa yang Zoey lakukan. Kekasihnya sedang mengalami hal seperti itu tapi beraninya Zoey Madison menjebak dirinya untuk memanfaatkan dirinya?
Dia sungguh tidak bisa menerima apa yang wanita itu lakukan.
Dia bersumpah wanita itu pasti akan dia hancurkan dan gara-gara anak buahnya yang tidak bertanggung jawab itu Zoey benar-benar terkena imbas dari apa yang tidak dia lakukan sama sekali.
***
Zoey masih saja meratapi pernikahannya yang kandas dan meratapi satu malam buruk yang telah dia lewati bersama dengan Charlie Jackson. Apa yang pria itu lakukan masih segar dalam ingatan apalagi setiap kali dia melihat jejak yang masih tertinggal di tubuhnya membuat kenangan buruk itu kembali menghantui dirinya.
“Zoey,” ibunya memanggil sambil mengetuk pintu kamarnya.
Zoey tidak keluar dari kamar semenjak dia kembali. Mereka bisa mengerti, Zoey pasti sakit hati dengan apa yang dilakukan oleh Rain tapi mengurung diri dan terpuruk seperti itu bukanlah sesuatu yang baik.
“Mommy masuk sekarang,” setelah meminta izin, ibunya masuk ke dalam kamar putrinya.
Zoey meringkuk di atas ranjang dengan tatapan kosong. Dia tidak bersemangat sama sekali dan dia tidak merespon panggilan ibunya. Melihat itu tentu saja membuat ibunya sangat mengkhawatirkan dirinya.
“Zoey, Mommy tahu kau kecewa tapi jangan tenggelam dalam kesedihan terlalu lama,” kepala putrinya diusap dan lagi-lagi Zoey tidak menjawab apa yang ibunya katakan.
“Jika kau terus seperti ini maka Rain akan menertawakan dirimu. Dia akan beranggapan kau tidak bisa tanpa dirinya. Apa kau ingin dia menganggap dirinya begitu penting bagi hidupmu?” Zoey menggeleng, menjawab ucapan ibunya.
“Sebab itu jangan terlalu terpuruk dengan keadaan. Ambil hikmahnya saja dan syukuri karena watak aslinya diperlihatkan padamu meski dengan cara yang menyakitkan.”
“Aku kecewa, Mom!” Kini dia memandangi ibunya dengan air mata berlinang.
“Mommy tahu jika kau kecewa tapi akan lebih kecewa lagi jika kau tahu mengkhianatan yang dia lakukan setelah kalian memiliki anak. Percayalah pada Mommy, apa yang terjadi pasti demi kebaikanmu.”
Zoey tak dapat berkata apa-apa. Apakah ditiduri secara paksa oleh Clive Jackson juga demi kebaikan dirinya? Rasa sakit yang dia rasakan berlipat-lipat dia rasakan dan dia tidak bisa mengatakan pada ibunya apa yang dia alami di malam pernikahannya selain penghianatan yang dilakukan oleh Rain.
Zoey memeluk ibunya dan menangis. Dia membutuhkan itu supaya perasaannya sedikit membaik. Setelah ini dia pasti akan mengurus perceraiannya dengan Rain karena dia ingin melupakan pria itu secepatnya.
Mengenai malam yang telah dia lewati dengan cara tidak menyenangkan bersama Charlie, akan dia lupakan tapi sayangnya kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka telah membuat Charlie mengambil keputusan untuk menghancurkan hidupnya dan mendapatkan ginjalnya.